Keluarga Gagal Penuhi Permintaan Terakhir Rani

Ratusan warga meluber di area pemakaman Rani. Foto Guruh/pojoksatu
Ratusan warga meluber di area pemakaman Rani. Foto Guruh/pojoksatu
Ratusan warga meluber di area pemakaman Rani. Foto Guruh/pojoksatu

POJOKSATU – Permintaan terakhir Rani Andriani sebelum dieksekusi mati rupanya tidak bisa dipenuhi oleh keluarga. Terpidana mati yang dieksekusi pada Minggu (18/1/2015) dinihari itu menginginkan agar dimakamkan di samping makam ibunya, Neni.

Permintaan tersebut tak bisa dipenuhi. Pasalnya, di samping makam ibundanya itu sudah ada makam keluarga Rani.  Makam ibundanya diapit oleh makam Ayi Rustaman, paman Rani, dan makam Kartini, nenek Rani.

“Tidak bisa tepat di sebelah makam ibunya. Karena di kanan-kiri makam ibunya itu sudah ada makam paman dan neneknya,” kata Rohman (63), pengelola pemakaman keluarga di RT 1/8 Kampung Ciranjang, Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, Cianjur.

Posisi makam Rani akhirnya ditempatkan tepat di samping makam pamannya, Ayi Rustaman, di bawah pohon kelapa setinggi lebih kurang 10 meter. Adapun luas lahan tempat pemakaman mencapai 378 m2. Setidaknya ada 14 pusara yang dimakamkan di lahan milik keluarga itu.


“Semuanya keluarga. Lahan ini milik Almarhum Abah Subarma. Dan lahan ini dipakai untuk pemakaman keluarga,” ujar Rohman.

Rani menjalani eksekusi bersama lima terpidana mati lainnya pada Minggu (18/1) dini hari. Mereka adalah Namaona Denis (Malawi), Marco Archer Cardoso Moreira (Brasil), Daniel Enemuo (Nigeria), Tran Thi Bich Hanh (Vietnam), dan Ang Kiem Soei (Belanda, kelahiran Fakfak). (ruh)