Gerimis dan Isak Tangis Iringi Pemakaman Rani

Keluarga dan kerbata mendoakan Rani. Foto Guruh/Pojoksatu.id
Keluarga dan kerbata mendoakan Rani. Foto Guruh/Pojoksatu.id

POJOKSATU – Isak tangis langsung pecah ketika peti jenazah terpidana mati kasus narkoba, Rani Andriani, digotong menuju tempat pemakaman di Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat, Minggu (18/1/2015).

Sejumlah kerabat dan warga menggotong jenazah ke jalan menuju tanah pemakaman keluarga di RT 1 RW 8 Kampung Ciranjang, Desa Ciranjang. Tidak hanya linangan air mata, langit pun sepertinya ikut mengabarkan kesedihan keluarga dengan gerimis yang turun tiba-tiba saat jenazah Rani akan dikebumikan.

Segera setelah jenazah Rani dikeluarkan dari peti, jenazahnya pun langsung diturunkan ke dasar liang lahat berukuran 2,2x70x1,6 lebih besar dari ukuran biasanya yakni 2x1x1,5.

Tampak sejumlah keluarga, kerabat dan teman Rani, masing-masing membawa senampan bunga untuk ditaburkan di atas pusara Rani yang dulu dikenal suka menulis puisi itu.


Di sisi utara liang lahat tersebut berdiri Ayah Rani, Andi Sukandi ditemani adik Rani, Poppi Aprilianti yang juga tak kuasa membendung tangis. (ruh)