Bandar Besar Makassar Dibekuk, Polisi Sita Narkoba Senilai Rp4 Miliar

Narkoba
Ilustrasi.
Ilustrasi.
Ilustrasi.

POJOKSATU – Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar, Sulawesi Selatan menangkap raja narkoba Makassar, Amir Aco (38), saat pesta sabu di Studio 33 Hotel Clarion, Jalan AP Pettarani Makassar, Sabtu (17/1).

Bersama Amir Aco alias Amiruddin Rahman alias Ardi Dg Nai Alias Yudi, polisi juga menangkap Syamsul dan dua rekan wanitanya yakni Mia dan Ayu saat pesta narkoba. Sementara barang bukti yang diamankan petugas berupa 4.188 butir ekstasi dan sabu-sabu seberat 1.221 gram. Akumulasi narkoba milik Amir Aco itu senilai Rp4 miliar.

Polisi juga menemukan alat hisap (bong), uang tunai diduga hasil transaksi Rp8 juta, enam kartu ATM, satu buah Zippo, satu botol pewarna dan alat timbangan.

Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Pol Endi Sutendi, mengatakan Amir Aco merupakan bandar besar narkoba yang saat ini berstatus residivis kasus yang sama. Ia merupakan narapidana tahanan Lapas asal Balikpapan yang sudah divonis 20 tahun dan kabur ke Makassar pada 2014.


“Amir bersama rekannya termasuk barang bukti akan diperiksa di Labfor Makassar untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujar Endi Sutendi kepada wartawan, Sabtu (17/1).

Lebih jauh dijelaskan penangkapan Amiruddin bermula saat Michael Wibisono (32) tertangkap tangan membawa sabu seberat 7 gram di saku celananya dan bungkusan warna merah berisi ratusan plastik kecil. “Dari situ kami mengembangkan informasi yang diperoleh sehingga hari ini bisa menangkap bandar besar narkoba, Amiruddin ini,” jelas Endi.

Usai penangkapan di Studio 33, polisi melakukan pengembangan ke rumah kost Amiruddin di Kompleks Graha Modern Blok B17 kamar 313 untuk mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 3 gram beserta alat hisapnya.

Penelusuran polisi tidak sampai disitu, rumah keluarga Amir lainnya di Jalan Lamaddukelleng juga digeledah. Hasilnya, ditemukan tas warna orange yang berisikan narkotika jenis sabu-sabu kurang lebih 1.000 gram senilai Rp2,5 miliar, ekstasi 4.188 butir senilai Rp1 miliar dan satu alat timbang.(fat)