Ayah Rani: Wasiat Anak Saya Cuma Satu

POJOKSATU – Ayahanda Rani Andriani, Andi Sukandi mengaku anaknya anaknya hanya menitipkan satu wasiat terakhir sebelum dieksekusi mati. Wasiat tersebut disampaikan secara lisan dan tidak berbentuk tulisan.

“Wasiat Rani cuma satu. Ia ingin dikuburkan di samping makam ibunya,” ujar Andi usai pemakaman di Kampung Ciranjang RT 1 RW 8 Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, Cianjur, Minggu (18/1).

Andi menyebut, selain meminta untuk dimakamkan di samping makam Ibunya, Neni, tidak ada permintaan lain dari anak sulungnya itu. “Cuma itu saja wasiatnya,” jawabnya singkat.

Ditanya tentang kondisi terakhir ketika Ia menemui anaknnya, Andi mengatakan kondisinya sangat baik dan tegar. Hal itu menunjukkan bahwa Rani sudah pasrah dan siap menghadapi kematiannya di tangan regu tembak.


“Dia tegar menghadapi kematian. Dia kelihatannya sudah pasrah,” tambahnya dengan nada yang terbata-bata.

Andi Sukandi bersama adik Rani, Poppi Aprianti, mendampingi Rani sejak di LP Nusakambangan hingga jenazahnya dibawa ke Ciranjang untuk dimakamkan.

Rani dieksekusi mati pada Minggu (18/1/2015) pukul 00.23 WIB. Eksekusi dilangsungkan bersamaan dengan lima terpidana mati lainnya, yakni Namaona Denis (Malawi), Marco Archer Cardoso Moreira (Brasil), Daniel Enemuo (Nigeria), Tran Thi Bich Hanh (Vietnam), dan Ang Kiem Soei (Belanda, kelahiran Fakfak). (ruh)