14 Tunggu Giliran Mati, Kapan Diekseskusi?

tembak, penembakan, pistol
ilustrasi
809419_09425507062014_69Ilustrasi-penembakan
ilustrasi

POJOKSATU – Enam terpidana mati perkara narkotika telah dieksekusi, Minggu (18/1/2015) pukul 00:00. Lima napi diekseskusi di Lembaga Pemasyarakatan Nusa Kambangan. Satu lainnya di Boyolali, Jawa Tengah.

Lima terpidana mati yang didor di Nusa Kambangan yakni, Namaona Denis (48), Warga Negara Malawi,  Marco Archer Cardoso Moreira (53), WN Brazil, Daniel Enemuo alias Diarrassouba Mamadou (38), WN Nigeria, Ang Kiem Soei alias Kim Ho alias  Ance Tahir (62), kewarganegaraan tidak jelas. Kemudian, Rani Andriani alias Melisa Aprilia, gadis asal Cianjur, Jawa Barat. Sedangkan satu lainnya dieksekusi di Boyolali adalah Tran Thi Bich Hanh, (37), WN Vietnam.

Selain enam orang itu, masih ada 14 terpidana mati yang menunggu giliran. Sepuluh diantaranya ditolak grasinya oleh Presiden Jokow, sedangan 4 lainnya terpidana mati yang batal dieksekusi pada tahun 2014.

Berikut daftarnya:


1.Syofial alias Iyen bin Azwar (WNI)*
Putusan Grasi: Keppres 28/G 2014
Kasus:Terlibat dalam kasus pencurian, pemerkosaan, dan kekerasan yang menewaskan tujuh warga Suku Anak Dalam di Provinsi Jambi, 29 Desember 2000.

2.Mary Jane Fiesta Veloso (WN Filipina)
Putusan Grasi: Keppres 31/G 2014
Kasus: Terlibat kasus penyelundupan narkotika jenis heroin 2,6 Kg di Bandara Adi Stujipto, 25 April 2010

3.Myuran Sukumaran alias Mark (WN Australia)
Putusan Grasi:Keppres 32/G 2014
Kasus: Kepemilikan 334 Gram heroin di dalam kopernya, di Hotel Melasti, Kuta, 2005.

4.Harun bin Ajis (WNI)*
Putusan Grasi:Keppres 32/G 2014
Kasus:Terlibat dalam kasus pencurian, pemerkosaan, dan kekerasan yang menewaskan tujuh warga Suku Anak Dalam di Provinsi Jambi, 29 Desember 2000.

5. Sargawi alias Ali bin Sanusi (WNI)*
Putusan Grasi:Keppres 32/G 2014
Kasus:Terlibat dalam kasus pencurian, pemerkosaan, dan kekerasan yang menewaskan tujuh warga Suku Anak Dalam di Provinsi Jambi, 29 Desember 2000.

6. Serge Areski Atlaoui (WN Prancis)
Putusan Grasi: Keppres 35/G 2014
Kasus: Terlibat dalam operasi pabrik ekstasi dan shabu di Cikande, Tangerang, 11 November 2005. Barang bukti yang disita, 138,6 Kg Shabu, 290 Kg Ketamine, dan 316 drum Prekusor.

7. Martin Anderson alias Belo (WN Ghana)
Putusan Grasi: Keppres 1/G 2015
Kasus: Kepemilikan heroin 50 gram yang dimasukkan dalam map. Ia ditangkap di Kepala Gading, 7 November 2003.

8.Zainal Abidin (WNI)
Putusan Grasi: Keppres 2/G 2015
Kasus: Kepemilikan narkoba.

9.Raheem Agbaje Salami (WN Cordova)
Putusan Grasi:Keppres 4/G
Kasus: Penyelundupan heroin 5 Kg di tahun 1999.

10.Rodrigo Gularte (WN Brazil)
Putusan Grasi: Keppres 5/G
Kasus: Penyelundupan 19 Kg kokain dalam papan seluncurnya, 2004.

11.Agus Hadi
Status: Menunggu hasil peninjauan kembali kedua kalinya
Kasus: Penyelundupan belasan ribu narkotika jenis pil ekstasi dan Happy Five dari Malaysia menuju Batam dengan upah Rp500 ribu per trip tahun 2006.

12.Pujo Lestari
Status: Menunggu hasil peninjauan kembali kedua kalinya
Kasus: Penyelundupan belasan ribu narkotika jenis pil ekstasi dan Happy Five dari Malaysia menuju Batam dengan upah Rp500 ribu per trip tahun 2006.

13. Tan Joni
Status: Grasi ditolak
Kasus: Pembunuhan tiga perempuan (satu keluarga) di Baran, Meral, Kepulauan Riau, tahun 2006.
Korban: A Yong (30), A Kuan (25), dan Melinda alias A Ha (6). A Yong dan A Kuan adalah kakak beradik, sementara Melinda adalah anak A Yong.

14. Gunawan Santoso
Status: Akan mengajukan PK
Kasus: Pembunuhan berencana terhadap Direktur Utama PT Aneka Sakti Bakti (Asaba), Boedyharto Angsono, di Pluit, Jakarta Utara, tahun 2004. Gunawan juga menyelewengkana dana perusahaan Rp25 miliar dan kabur dari tahanan dua kali. (tempo/one)