Status Terakhir Gadis Cianjur Sebelum Ditembak

tembak, penembakan, pistol
ilustrasi
809419_09425507062014_69Ilustrasi-penembakan
ilustrasi

POJOKSATU – Nyawa Rani Andriani alias Melisa Aprilia tinggal beberapa jam lagi. Gadis asal Cianjur, Jawa Barat itu akan meninggalkan dunia untuk selama-lamanya. Terpidana kasus narkoba tersebut ditembak mati pada pukul 00:00, Sabtu (18/1/2015) nanti malam.

Sebelum meninggal, Rani membuat status pada pesan BlackBerry Messenger (BBM). Statusnya itu dibuat terakhir, 3 Januari 2015 sekitar pukul 07.19 WIB.

“Pasrah, bukan berarti menyerah. Kerjakan yang terbaik, Allah yang menyelesaikan sisanya,” tulis Rani dalam status BBM.

Selain menulis status di BBM, Rani juga menyampaikan permintaan terakhir. Ia ingin dimakamkan di samping makam ibunya di Ciranjang, Cianjur.


“Telah dilakukan rapat internal dengan Polres Cianjur untuk kesiapan pengamanan saat berlangsungnya kegiatan pemakaman,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Sulistyo Pudjo Hartono.

Rani merupakan terpidana kasus penyelundupan heroin seberat 3,5 kilogram yang dikendalikan sepupunya, Meirika Franola alias Ola yang juga melibatkan seorang lurah di Cianjur, Deni Setia Marhawan.

Berbeda dengan Rani, kedua terpidana mati Ola dan Deni mendapat grasi dari presiden SBY pada 2012, sehingga hukumannya menjadi seumur hidup.

“Kita putuskan eksekusi mati dilakukan pada tanggal 18, jam 00.00 di dua tempat. Di Nusakambangan dan Boyolali,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo. (one)