Sadis, Polisi Bakar Warga Batam Hidup-Hidup

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU – Oknum polisi, Brigadir S tega membakar Sudirman (29) di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Kepulauan Riau. Perbuatan Brigadir S yang bertugas di Polres Karimun, Provinsi Kepulauan Riau itu cukup sadis. Ia membakar Sudirman dalam keadaan diborgol.

Belum diktehui motif di balik pemabakarnya itu. Hingga kini Sudirman masih terbaring di rumah sakit dan belum bisa dimintai komentar. Sudirman menderita luka bakar cukup parah. Sekujur tubuhnya melepuh.

Perbuatan biadab Brigadir S mendapat perhatian serius Polres Karimun, Kepulauan Riau. Hanya berselang dua hari setelah kejadian itu, Jumat (16/1/2015), Polres Karimun langsung menetapkan Brigadir S sebagai tersangka. “Brigadir S kita tetapkan sebagai tersangka,” ujar Kapolres Karimun AKBP Suwondo Nainggolan.

Dia menambahkan, penetapan tersangka terhadap Brigadir S didasari pemeriksaan terhadap dua saksi yang juga personel Polres Karimun. “Siapapun yang melakukan perbuatan pidana, termasuk anggota kepolisian harus diproses secara hukum,” tegas Suwondo.


Dikatakan Suwondo, tersangka dikenakan Pasal 354 ayat 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang menyebutkan, barang siapa dengan sengaja melukai berat orang lain atau melakukan penganiayaan berat, diancam dengan pidana penjara paling lama delapan tahun.

Suwondo tidak menyebutkan motif penganiayaan yang dilakukan tersangka. Dia menyatakan masih melakukan pengembangan penyidikan dalam kasus yang menyedot perhatian publik tersebut. “Tim masih melakukan pengembangan kasus. Saya berpesan kepada seluruh anggota agar benar-benar melaksanakan tugas negara, menjadi pelayan dan pengayom masyarakat,” katanya.

Kasus penganiayaan yang dilakukan Brigadir S terungkap setelah seorang warga menemukan korban Sudirman meraung-raung di pinggir jalan kawasan wisata air terjun Desa Pongkar, Rabu (14/1) sekitar pukul 21:45 WIB.

Sudirman (29 tahun) yang diketahui berdomisili di Batam ditemukan dalam kondisi tubuh penuh luka bakar dengan kedua tangannya dalam keadaan diborgol. Sudirman mendapatkan perawatan insentif di ruangan ICU RSUD Karimun.

Kepala Bidang Pelayanan RSUD Karimun Suharyanto mengatakan kondisi korban dalam keadaan kritis akibat luka bakar yang dideritanya. “Cukup parah, 90 persen tubuhnya melepuh masuk kategori derajat tiga,” kata Suharyanto.

Beberapa bagian tubuh Sudirman, menurut dia, mulai membengkak, seperti bagian mulut sehingga dia kesulitan berbicara dan bernafas. Suharyanto mengatakan kondisi korban mulai membaik setelah tiga dokter spesialis berupaya mengatasi kondisi kritis yang dialami korban akibat luka bakar di sekujur tubuhnya. (one)