Sabu-Sabu Setengah Miliar Diblender

TANGKAPAN BESAR: Sabu-sabu yang nilainya mencapai setengah miliar rupiah dimusnahkan di hadapan tersangka (baju tahanan oranye) dengan cara diblender di Mapolres Bontang, Jumat siang (16/1).
TANGKAPAN BESAR: Sabu-sabu yang nilainya mencapai setengah miliar rupiah dimusnahkan di hadapan tersangka (baju tahanan oranye) dengan cara diblender di Mapolres Bontang, Jumat siang (16/1).
TANGKAPAN BESAR: Sabu-sabu yang nilainya mencapai setengah miliar rupiah dimusnahkan di hadapan tersangka (baju tahanan oranye) dengan cara diblender di Mapolres Bontang, Jumat siang (16/1).

POJOKSATU – Sebanyak 233,53 gram barang bukti narkoba jenis sabu-sabu dimusnahkan di Mapolres Bontang, Kalimantan Timur, Jumat siang (16/1). Barang haram hasil sitaan dari lima tersangka tersebut dimusnahkan dengan cara diblender, lalu dibuang melalui saluran toilet. Pemusnahan dilakukan guna mencegah barang bukti itu hilang dan kembali beredar.

Satu per satu tersangka memasukkan sabu-sabu ke blender. Mereka adalah Akhyar (26), Chesya (23), Riky (32), dan Marzuki (30). Seorang tersangka bernama Moris tidak hadir dalam pemusnahan lantaran masih menjalani proses hukum kasus lainnya.

Setelah para tersangka memasukkan sabu-sabu itu ke blender, Kapolres AKBP Heri Sasangka, Wakapolres Kompol Hanifa Siringoringo, hakim PN Bontang Octo Bermantiko Dwi Laksono, dan jaksa penuntut umum (JPU) Bagus Nur Jakfar menekan tombol on pada blender. Ketika blender diputar, air yang tadi bening berubah seperti susu.

Kasatreskoba Polres Bontang AKP Jonner Simanjuntak menduga sabu-sabu yang dimusnahkan itu adalah barang bagus. ’’Kalau dilihat dari warnanya yang seperti susu (usai diblender, Red), ini pasti barang bagus. Sabu-sabu ini mirip yang ada di Tawau,’’ ujar Jonner.


Heri menambahkan, sabu-sabu itu diperoleh saat penggerebekan pada 19 November 2014 di Perumahan HOP-5 dan sebuah tempat pencucian mobil di Jalan Awang Long. Sabu-sabu yang dimusnahkan tersebut diperkirakan bernilai jual sekitar Rp 500 juta atau setengah miliar rupiah.

’’Pilot (orang yang mengantar, Red) sabu-sabu berinisial MR (Marzuki, Red) juga diamankan. Dua mobil jenis Toyota Avanza dan Mazda 2 kami sita untuk dijadikan barang bukti. Saat penggerebekan, di kedua mobil juga ditemukan sabu-sabu milik tersangka,’’ jelasnya.

Ya, pada 19 November, sebuah tempat pencucian mobil di Jalan Awang Long diobrak-abrik Unit Opsnal Satreskrim Polres Bontang. Dari tempat itu, polisi mengamankan hampir 2 ons atau sekitar 196,49 gram sabu-sabu.

Narkotika jenis kristal tersebut dikemas dalam dua paket besar. Dalam penggerebekan, tiga tersangka diamankan. Mereka adalah Riky, warga Jalan Awang Long; Chesya, warga HOP-2 Perumahan Badak LNG; serta Moris, warga Kelurahan Kanaan.

Dalam penggerebekan itu, polisi juga menyita bong kaca besar, pipet kaca, plastik berperekat, beberapa unit telepon seluler, dan barang bukti lainnya. Selain menahan kedua tersangka, polisi mengamankan pengedar lainnya yang merupakan satu jaringan.

Penangkapan Riky dan Chesya merupakan pengembangan dari pengungkapan sabu-sabu terhadap Akhyar, warga HOP-5 Perumahan Badak LNG. Dari tangan Akhyar, polisi menyita sabu-sabu 38,31 gram. Nilai sabu-sabu itu diperkirakan mencapai Rp 500 juta atau sekitar setengah miliar rupiah. Jumlah narkoba yang diamankan mencapai 246,89 gram.

Mereka disangka melanggar pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal enam tahun dan maksimal 20 tahun penjara serta denda Rp 10 miliar. (gun/JPNN/c19/diq)