Penuhi Permintaan Terakhir, Kuburan Gadis Cianjur Sudah Digali

nusakambangan
Lapas Nusakambangan

POJOKSATU – Keluarga siap memenuhi permintaan terakhir Rani Andriani atau Melisa Aprilia yang ingin dimakamkan di samping makam ibunya di Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat.
Rani dieksekusi mati bersama lima terpidana kasus narkoba di Nusakambangan pukul 00:00 malam ini. Jenazah Rani akan diberangkatkan menggunakan mobil menuju Cianjur. Jenazahnya diperkirakan tiba pukul 10:00 besok, Minggu (18/1/2015).

Sejak tadi sore, keluarga telah mempersiapkan tempat pemakaman Rani di pemakaman keluarga, Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, Cianjur. Warga setempat dengan sukarela membantu menggali makam untuk Rani.
Warga juga memasang tenda di area pemakaman.

Kejaksaan Agung sudah mematangkan persiapan untuk melaksanakan eksekusi terhadap enam terpidana mati. Terakhir, mereka mensterilkan lokasi tahanan para terpidana tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Rani membuat status pada pesan BlackBerry Messenger (BBM). Statusnya itu dibuat pada 3 Januari 2015 sekitar pukul 07.19 WIB.


“Pasrah, bukan berarti menyerah. Kerjakan yang terbaik, Allah yang menyelesaikan sisanya,” tulis Rani dalam status BBM.

Selain menulis status di BBM, Rani juga menyampaikan permintaan terakhir. Ia ingin dimakamkan di samping makam ibunya di Ciranjang, Cianjur.

“Telah dilakukan rapat internal dengan Polres Cianjur untuk kesiapan pengamanan saat berlangsungnya kegiatan pemakaman,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Sulistyo Pudjo Hartono.

Rani merupakan terpidana kasus penyelundupan heroin seberat 3,5 kilogram yang dikendalikan sepupunya, Meirika Franola alias Ola yang juga melibatkan seorang lurah di Cianjur, Deni Setia Marhawan.

Berbeda dengan Rani, kedua terpidana mati Ola dan Deni mendapat grasi dari presiden SBY pada 2012, sehingga hukumannya menjadi seumur hidup. (one)