Gadis Cianjur Minta Dikubur Samping Ibu

INDONESIA-CRIME-DRUGS
Petugas kepolisian berpatroli di depan Lapas Nusakambangan. Foto AFP/Pojoksatu.id

POJOKSATU – Enam terpidana mati perkara narkotika akan dieksekusi, nanti malam pukul 00:00. Lima napi di Lembaga Pemasyarakatan Nusa Kambangan, satunya lagi di Boyolali, Jawa Tengah.

Satu di antara enam terpidana mati itu adalah warga Cianjur, Jawa Barat atas nama Rani Andriani alias Melisa Aprilia. Rani paling banyak diperbincangkan publik tanah air. Pasalnya, hanya dia yang berkewarganegaraan Indonesia dan hanya dia pula perempuan.

Sebelum jasadnya terbujur kaku, Rani punya permintaan terakhir. Ia ingin dimakamkan di samping makam ibunya di Ciranjang, Cianjur. Polda Jawa Barat siap mengamankan proses pemakaman Rani di Cianjur.

“Telah dilakukan rapat internal dengan Polres Cianjur untuk kesiapan pengamanan saat berlangsungnya kegiatan pemakaman,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Sulistyo Pudjo Hartono.


Ia menambahkan, pelaksanaan eksekusi akan dilakukan Minggu dini hari di Nusakambangan. Jenazah tereksekusi kemudian akan masuk ke wilayah Cianjur pada hari Minggu (18/1/2015) sekitar pukul 10.00 WIB. “Sesuai dengan prosedur akan dilakukan penyerahan jenazah oleh yang mewakili eksekutor kepada keluarga tereksekusi,” terangnya.

Rani merupakan terpidana kasus penyelundupan heroin seberat 3,5 kilogram yang dikendalikan sepupunya, Meirika Franola alias Ola yang juga melibatkan seorang lurah di Cianjur, Deni Setia Marhawan.

Berbeda dengan Rani, kedua terpidana mati Ola dan Deni mendapat grasi dari presiden SBY pada 2012, sehingga hukumannya menjadi seumur hidup.  “Kita putuskan eksekusi mati dilakukan pada tanggal 18, jam 00.00 di dua tempat. Di Nusakambangan dan Boyolali,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo. (one)