Pembangunan Akses BLA Belum Rampung, Beri Sanksi Tegas Kontraktor

ilustrasi

POJOKSATU – DPRD Jawa Barat meminta pemerintah memberi sanksi tegas kepada kontraktor yang tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan program pemerintah. Selain karena menggunakan APBD, wanprestasi yang dilakukan pihak ketiga ini akan merugikan masyarakat.

Salah satunya terkait molornya pembangunan akses utama menuju Stadion Utama Sepak bola Bandung Lautan Api yang akan dijadikan tempat pembukaan Pekan Olahraga Nasional XIX/2016 mendatang. Ketua Komisi IV DPRD Jabar Ali menyayangkan tertundanya penyelesaian proyek tersebut.

Terlebih, pelaksanaan PON XIX/2016 tidak akan lama lagi. Ali menjelaskan, meski pembangunan tersebut berasal dari APBD provinsi, namun Pemerintah Kota Bandung harus bersikap tegas terhadap pelaksana pembangunan tersebut.

Ali pun meminta Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberikan sanksi kepada pelaksana pembangunan Proyek Jalan dan Jembatan Cisalatri, Gedebage itu. “Terlebih proyek pembangunan jalan dan jembatan tersebut dinilai bermasalah. Wali kota harus lihat kejadiannya, jangan didiamkan,” kata Ali di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Rabu (14/1).


Menurut Ali, Pemkot Bandung harus tegas menyikapi permasalahan tersebut. Terlebih, Ali menilai, pembangunan tersebut harus segera tuntas karena pelaksanaan PON yang tinggal sebentar lagi.

“Apalagi jika ada nuansa akal-akalan pada perjanjian kontrak pembangunan. Setelah volume diturunkan 70 persen, tidak selesai juga. Padahal, di lapangan pun baru 40-50 persen,” katanya.

Ali menuturkan, PT Adhi Karya merupakan BUMN yang cukup baik. Semestinya, PT Adhi Karya bisa menyelesaikan tanggung jawabnya dengan baik.

“Perusahaan BUMN harus memberikan contoh yang baik kepada yang lainnya, karena sebagai BUMN kinerjanya harus baik,” ucapnya.

Ali pun mempertanyakan perubahan dan penyesuaian kontrak yang dilakukan secara terus menerus. “Yang jadi pertanyaan, enggak ada istilah kontrak disesuaikan. Ini permasalahan besar, tapi kalau ada pengusaha hanya mengerjakan (proyek) 50 persen selesai, kontrak pun disesuaikan 50 persen,” ujarnya. (agp)