Gerayangi Mahasiswi, Perwira Sekaligus Dosen Dipolisikan

Ilustrasi.
Ilustrasi.
Ilustrasi.

POJOKSATU – Sejatinya polisi yang juga berprofesi sebagai dosen ini menjadi pelindung dan pengayom masyarakat. Namun apa yang dilakukan oknum polisi berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) berinisial AB, justru sebaliknya.  AB diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap dua mahasiswinya di Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar.

Akibatnya perwira berpangkat dua bunga ini harus berurusan dengan Pengamanan Internal (Paminal) Polda Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar). AKBP AB yang juga mengajar di UIT Makassar dilaporkan oleh dua mahasiswi kampus tersebut,  berinisial IS dan TI. Keduanya mengaku korban tindak asusila AB.

Kasus ini terkuat setelah salah satu korban pelecehan seksual yang tak kuat menanggung malu itu memberanikan diri untuk melaporkan kejadian ini. Laporan Polisi (LP) kedua mahasiswi itu diterima oleh piket Propam Polda Sulselbar Rabu (14/1) lalu, Nomor LP mahasiswi IS, LP/197/XII/2015/Subbag yanduan dan TE LP/198/XII/2015/Subbag yanduan.

AKBP AB diketahui adalah seorang tenaga pengajar di Fakultas Hukum UIT yang mengajar mahasiswa semester awal Ilmu Hukum. Kejadian ini dijelaskan oleh korban, menurutnya kasus pelecehan seksual ini terjadi pada bulan Desember tahun lalu. Tapi korban takut melaporkan pelaku karena polisi.


“Saya laporkan karena saya sudah tak kuat menanggung malu di hadapan rekan-rekan saya yang mengetahui kasus tersebut,” jelas IS dan dibenarkan TE, saat ditemui di salah satu warung kopi di wilayah Panakukang, Kamis (15/1).

Lebih jauh diceritakan korban, ketika itu, AB memanggil IS ke ruang kerjanya karena mahasiswi hukum semester awal itu belum menyelesaikan tugas kuliah yang diberikan. Setibanya di hadapan AB, IS bukannya diminta menyelesaikan tugas kuliahnya, malah mendapat ‘tugas tambahan’.

IS diminta meladeni nafsu birahi AB dan tak perlu menyelesaikan tugas kuliah. Bahkan AB berjanji akan memberikan nilai A bagi IS jika memenuhi keinginan si dosen.

Sontak IS menolak. Namun AB tidak berhenti sampai disitu. Ia lalu menarik IS dan menggerayangi tubuh korban. Beruntung IS berontak dan berhasil melarikan diri. IS selamat dari kejadian itu. Rekan IS, TE yang menunggu di depan ruangan pun kaget melihat IS lari terbirit-birit.

Juru Bicara Polda Sulselbar, Kombes Pol Endi Sutendi membenarkan perihal laporan kedua mahasiswi tersebut. Saat ini terlapor sementara diperiksa di Propam Polda Sulsel terkait laporan tersebut. “Memang betul ada oknum berpangkat AKBP yang dilapor karena dugaan pelecehan seksual. Saat ini propam sudah melakukan penyelidikan,” jelas dia.

Menurut Endi sanksi pemecatan menanti oknum tersebut apabila terbukti telah melalukan pelechan seksual terhadap dua mahasiswinya. “Nanti kita lihat, kalau terbukti pasti akan diganjar sanksi tegas,” pungkasnya.(ure/fat)