Audit Kinerja KPK!

Gedung_KPK

POJOKSATU – Ketua Umum DPP Aliansi Nasionalis Indonesia (ANINDO), Edwin Henawan Soekowati menyesalkan langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terkesan memaksa dalam menetapkan calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Komjen (Pol) Budi Gunawan sebagai tersangka.

“Kalau dilihat dari timing ini jelas janggal. Jangan sampai KPK itu dipolitisasi, digunakan sebagai alat politik dari pihak manapun,” kata Edwin kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/1)

Jika keadaannya semacam ini, KPK yang diharapkan bisa melakukan pencerahan di bidang hukum, justru menjadi institusi yang bermasalah di bidang hukum.


Sejauh ini, sambung Edwin, dirinya juga melihat KPK cenderung tidak transparan dan menjadi perpustakaan dosa-dosa para pejabat atau tokoh politik.

“Yang akhirnya dosa-dosa tersebut dijadikan alat untuk untuk menyingkirkan lawan-lawan politik,” papar Edwin.

Karena dosa-dosa para pejabat dan tokoh politik yang tersimpan itulah, KPK akhirnya bisa dijadikan transaksi informasi untuk menjatuhkan lawan politik.

“Yang bisa dikeluarkan kapan saja sesuai keinginan pimpinan KPK. Dan saya melihat, KPK sudah digunakan untuk ambisi pribadi oknum pimpinan KPK. Ini tentunya sangat berbahaya,” tegas Edwin.

Sudah saatnya, kata Edwin, untuk melakukan audit terhadap kinerja KPK yang selama ini justru terlihat tidak menjanjikan perubahan dan lebih kedepankan citra.

“Pola KPK menjadikan orang tersangka dahulu, baru kemudian ditelusuri bahkan diada-adakan alat buktinya harus diubah prakteknya,” demikian Edwin.(wid/rmol)