2015, Perbaikan Jalan Cianjur Telan Rp100 M

Kondisi jalan Kabupaten Cianjur
Kondisi jalan Kabupaten Cianjur

POJOKSATU – Dinas Pekerjaan Umum dan Binamarga Kabupaten Cianjur bakal memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Cianjur utara dan perbatasan antarkota. Untuk rencana itu, pihak dinas pun sudah mengajukan anggaran sebesar Rp100 miliar pada 2015 ini.

Kasi Perencanaan Teknis Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Binamarga Kabupaten Cianjur, Didi Suryadi mengatakan, selain memberikan prioritas pada jalan-jalan di wilayah utara dan perbatasan, jalan pedesaan pun bakal mendapatkan perhatian terutama di Jalan Kandangsapi, Tanjungsari sampai Tungturunan Kecamatan Sukaluyu.

“Kami sudah mengajukan usulkan anggaran perbaikan jalan ini sebesar-besarnya. Tapi kami mematok minimal Rp100 miliar,” paparnya saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Dia mengaku, kondisi jalan Kabupaten Cianjur yang dinilai rusak mencapai 70 persen dari total panjang jalan 1.293 kilometer. Kerusakan jalan ini pun terjadi hampir menyeluruh di beberapa wilayah selatan dan utara.


“Jadi hanya 30 persen saja ruas jalan yang bagus di Cianjur. Saat ini usulan belum muncul, karena kami sedang memperoses perencanaannya,” jelas dia.

Usulan perbaikan jalan itu, kata dia, akan ditunjukan kepada Pemkab Cianjur, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. Sebab, apabila hanya mengadalkan pendanaan dari pemkab sepenuhnya, maka hanya cukup untuk memperbaiki jalan sepanjang 15 kilometer saja.

“Jadi kalau kami hanya mengandalkan pendanaan dari APBD kabupaten, maka hanya 15 kilometer saja dengan kualitas baik dari anggaran sebesar Rp30 miliar. Itupun kalau dihitung 1 kilometer menghabiskan dana senilai Rp2 miliar,” tukasnya.

Sementara, Direktur Institute Social and Economic Development (Inside), Yusep Somantri mengatakan, pengawasan dan monitoring terhadap perbaikan jalan harus dilakukan secara ekstra dan lebih ketat.

Yusep mengingatkan, pada hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Binamarga pada 2013 lalu, didapati hasil bahwa Dinas PU Binamarga harus mengembalikan anggaran sebesar Rp475.000.000 ke kas negara. Hal itu disebabkan karena ada kekurangan volume dalam pengerjaan jalan di Kecamatan Leles.

“Ini yang harus diperhatikan. Jangan sampai ada catatan buruk pada perbaikan jalan,” ujar Yusep.

Menurut hemat Yusep, perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Cianjur ini dinilainya sangat mendesak untuk mendongkrak indeks ekonomi/daya beli yang selama ini masih rendah. Ia menilai, salah satu penghambat lemahnya pertumbuhan indeks ekonomi di Kabupaten Cianjur adalah sarana infrastruktur jalan yang rusak dan jauh dari layak.

“Oleh karena, itu jika sarana jalan diperbaiki maka saya yakin pertumbuhan ekonomi akan meningkat termasuk indeks ekonomi Kabupaten Cianjur yang masih rendah akan ikut terkatrol. Saat ini, peringkat Kabupaten Cianjur masih berada di peringkat ketiga dari bawah dari seluruh kota/kabupaten di Jawa Barat,” pungkasnya. (ruh)