Panglima Armada Serahkan CVR dan Minyak Wangi

Panglima Armada TNI AL kawasan Barat Laksda Widodo menyerahkan CVR ke KNKT,
Panglima Armada TNI AL kawasan Barat Laksda Widodo menyerahkan  CVR ke KNKT,
Panglima Armada TNI AL kawasan Barat Laksda Widodo menyerahkan CVR ke KNKT,

POJOKSATU -Tuntas sudah pencarian komponen utama untuk kepentingan investigasi kecelakaan AirAsia QZ8501 yang jatuh di sekitar Selat Karimata, Minggu (28/12/2014). Ini setelah kemarin (13/1) cockpit voice recorder (CVR) berhasil dievakuasi. Temuan itu melengkapi flight data recorder (FDR) yang dievakuasi sehari sebelumnya.

Panglima Armada TNI AL kawasan Barat (Pangarmabar) Laksda Widodo secara resmi menyerahkan CVR ke Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT, Tatang Kurniadi. CVR itu ditemukan tim penyelam gabungan TNI AL pada pukul 07:13. Penyelam yang mendapatkan CVR antara lain,Lettu Laut Aan Zaenal, Sertu Widodo Hadi, dan Serda Prajab Suwarno.

Lokasi penemuan CVR sekitar 1,7 nautical mile dari penemuan ekor. Artinya, jaraknya sekitar 3,4 km di kedalaman 32 meter. “Setelah dilakukan penyelaman ternyata daerah ditemukannya CVR sama sekali tidak ada sayap pesawat. Yang ada puing-puing termasuk mesin pesawat,” ujar Widodo.

Menurut dia, puing-puing pesawat itu tidak terlihat jelas karena juga sudah tertutup gundukan pasir. Sebelumnya, Basarnas menyebutkan CVR belum berhasil dievakuasi bersamaan dengan FDR karena posisinya yang terhimpit sayap pesawat.


Dalam jumpa pers, baik di KRI Banda Aceh maupun di Posko Pangkalan Bun, Tatang memastikan CVR itu milik AirAsia QZ8501 yang hilang pada Minggu (28/12/2014). Dalam penyerahan pada KNKT itu, Widodo juga memberikan temuan lain berupa tali kargo, dudukan CVR, loker penitipan senjata api, sebotol minyak wangi dan serpihan logam dan material yang tak lagi berbentuk.

Widodo selaku Komandan Satgas SAR dari TNI mengatakan, setelah penemuan ini, pihaknya masih menunggu instruksi dari pemerintah terkait operasi lebih lanjut.

“Sampai saat ini belum ada instruksi apa pun. Oleh karena itu, sesuai arahan Panglima TNI kami masih berkomitmen mencari bodi pesawat karena harapannya masih bisa mendapatkan korban lain,” terang Widodo.

Lokasi penemuan FDR dan CVR sendiri kemarin sudah ditandai dengan pelampung oranye. Detail lokasinya ialah 03 derajat, 27 menit, 33 detik lintang selatan dan 109 derajat, 42 menit, 71 detik bujur timur. “Di tempat itu juga ada gundukan besar yang diyakini mesin pesawat,” ujar Widodo.

Dalam kesempatan itu, Tatang menyebutkan kondisi CVR masih baik seperti halnya FDR. “Bagian luarnya baik, semoga bagian dalamnya juga. Harapan kami dua temuan ini bisa mengungkap penyebab kecelakaan,” ujar Tatang.

Tatang mengatakan CVR langsung dibawa ke Jakarta. Sekitar pukul 18:30, pesawat Hercules TNI AU terbang membawa CVR ke Jakarta via Halim Perdanakusuma. “Kalau FDR-nya tadi di Jakarta pukul 9 sudah dibuka, tapi belum di-download. Memori di dalamnya masih perlu dikeringkan agar tidak lembap,” ujarnya.

Jika ingin investigasi kecelakaan bisa terungkap dengan gamblang, operasi yang dilakukan Basarnas memang tak begitu saja dihentikan. Apalagi KNKT mengaku masih mengharapkan kokpit pesawat bisa dievakuasi dari bawah laut.

Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Oni Soeryo Wibowo mengatakan, pihaknya juga menargetkan bagian kabin kokpit pesawat AirAsia QZ8501 bisa ditemukan. Pasalnya, kokpit juga merupakan bagian penting dari investigasi kecelakaan sebuah pesawat.

Dari kokpit investigasi bisa dilakukan dengan melihat seberapa besar kerusakan di kabin pengendali pesawat. Semua kontrol pesawat juga ada di kokpit, salah satunya kontrol kecepatan.

Di kokpit juga ada pengendali pesawat dan beberapa komponen komputer yang memiliki non volatile memory. Komponen komputer itu letaknya berada di bawah kursi pilot sampai ke dapur pramugari bagian depan. (ind/jp)