Mahasiswa Ancam Lapor Balik Walikota Makassar

Walikota Makassar, Ramdhan Pomanto.
Walikota Makassar, Ramdhan Pomanto.
Walikota Makassar, Ramdhan Pomanto.

POJOKSATU – Unjukrasa dinihari yang dilakukan sejumlah mahasiswa di rumah jabatan Walikota Makassar, akhir pekan lalu, berbuntut panjang. Setelah Walikota Makassar, Ramdhan Pomanto (Danny) melaporkan mahasiswa yang ‘meneror’nya, giliran para mahasiswa itu yang akan mempolisikan  Danny.

Dua aktivis mahasiswa dari BEM Veteran Republik Indonesia (UVRI) Makassar, Ahmad Riady Ali dan Syam Ali yang menjadi terlapor kasus teror tersebut mengancam akan menutut balik Danny, jika Walikota Makassar tidak mencabut laporan polisinya.

Tuntutan balik ini terkait pemukulan yang menimpa sejumlah rekannya pada aksi demonstrasi terkait perancanaan APBD 2015 Pemkot Makassar yang mengangarkan pengadaan peralatan makan dan minum senilai Rp1 miliar.

“Saya memang belum dipanggil terkait laporan tersebut. Tapi kalau walikota ngotot memproses kasus ini, Saya juga akan menuntut balik atas pemukulan dan penikaman yang terjadi pada pihak kami,“ kata Ahmad Riady Ali, Rabu (14/1).


Rencana tuntutan balik terhadap Danny, karena ia menduga Danny merupakan otak pemukulan dan penikaman terhadap ia dan rekannya.
“Tidak mungkin ada gerakan massa yang memukul kami dan dibantu juga Satpol. Danny pemberi kebijakan tertinggi terhadap Satpol PP, “ tegasnya.

Sementara kisruh antara mahasiswa dan Walikota Makassar ini sudah diambil alih oleh  Polda Sulselbar. “Kasus ini dilimpahkan ke Polda Sulselbar, kita sudah berikan semua berkasnya,“ kata Wakasat Polrestabes Makassar, Kompol Agus Kaherul. (ure)