Korban Tragedi Kebun Raya Bogor Bertambah Jadi 6 Orang

Kebun Raya Bogor
Kebun Raya Bogor
Kebun Raya Bogor

POJOKSATU – Korban meninggal dunia tragedi Kebun Raya Bogor (KRB) bertambah. Achmad Saefulloh (42), warga RT 06/07 Kampung Muara, Kelurahan Sindang Rasa, Kecamatan Bogor Timur, menjadi korban keenam setelah lima temannya terlebih dahulu meninggalkannya.

Saefulloh pergi untuk selama-lamanya setelah menjalani perawatan di RS Sentra Medika Cibinong selama tiga hari. Luka di bagian kepala dan punggung membuat Saefulloh harus menjalani operasi pada kepala kiri dan kanan. Operasi kepala bagian kanan sudah dilakukan. Namun, saat menunggu untuk dilakukan operasi kedua di kepala bagian kiri, korban tak berdaya hingga akhirnya meninggal pukul 15:30 di RSSM Cibinong, kemarin.

Korban meninggalkan seorang istri, Rismawati, serta dua orang anak, Ragil (10) dan Hapiz (4). Dari keterangan orang tua korban, Saefulloh berakhir pekan di luar rumah bersama teman-temannya bukan kebiasaan anaknya.

“Biasanya Saefulloh lebih memilih berakhir pekan di rumah bersama keluarga. Namun, Minggu (11/1) korban tetap memaksakan pergi bersama teman-temannya ke KRB tanpa pamit. Istrinya sempat minta maaf ke saya, kalau tidak sempat melarang Saefulloh berangkat,” kata ibu korban, Titin Hasanah.


Sementara itu, tragedi robohnya pohon yang menewaskan sejumlah pengunjung di KRB mendapat sorotan dari anggota DPRD Kabupaten Bogor. Ketua Badan Pembentukan Perundang-undangan Daerah (BPPD) DPRD Kabupaten Bogor, Usep Saefullah mengatakan, sebagai anggota dewan dirinya siap memberikan bantuan hukum kepada keluarga korban untuk menuntut pengelola KRB.

“Bukan karena semata-mata yang korban adalah masyarakat Kabupaten Bogor, tapi ini kewajiban kami untuk melakukan pembelaan,” ujarnya.

Ketua DPD PAN Kabupaten Bogor tersebut menyarankan kepada ahli waris korban untuk melakukan gugatan perdata ke pengadilan. “Itu hak sebagai warga dan merupakan pendidikan kepada pengelola untuk memperbaiki fasilitas dan keamanan Kebun Raya Bogor. Kalau para ahli waris kesulitan, saya sebagai anggota DPRD bisa merekomendasikan para advokat/pengacara atau lembaga bantuan hukum yang kredibel,” paparnya.

Ia menambahkan, tragedi Kebun Raya murni kelalaian pengelola. Yang sangat disesalkan, kata Usep, pengelola tidak peka dan responsif terhadap sering tumbangnya pohon-pohon yang ada di KRB sehingga kembali memakan korban jiwa.

“Kalau saja ini terus dibiarkan bisa jadi ke depan akan terulang lagi musibah ini. Karenanya, Pemkot harus tegas dan segera menutup sementara Kebun Raya, sampai manajemen mempunyai alat pendeteksi pohon-pohon yang rawan dan menyatakan aman untuk pengunjung,” pungkasnya. (rp6/ful/ps)