Ketua RT Hamili Anak Tiri

pemerkosaan
Ilustrasi

POJOKSATU – Seorang ayah tiri yang berinisial Y (59) yang juga menjabat sebagai ketua RT Kampung Cingkeuk Desa Cibaregbeg RT 01/04, Kecamatan Cibeber, Cianjur Jawa Barat tega memperkosa anak tirinya E (14) hingga hamil yang diketahui mengidap keterbelakangan mental dan juga bisu.

Kejadian bermula ketika Y tengah mengantar istrinya C (49) ke pasar (maret 2014), karena lama menunggui istrinya Y memutuskan untuk pulang ke rumahnya lebih dulu. Sesampainya di rumah Y ternyata melihat anak tirinya yang sedang tertidur pulas, lalu Y melampiaskan nafsu bejatnya pada anak tirinya tersebut. Kejadian itu tak diketahui siapapun termasuk istrinya.

Ketika sang istri mengetahui anaknya hamil, maka istrinya mencari tahu siapa yang telah memperkosa anaknya, namun Y meyakinkan istrinya kalau E diperkosa oleh oranglain ketika bermain di luar rumah dan meminta istrinya untuk menutup mulut karena akan menjadi aib bagi keluarganya.

Sampai pada 2 januari 2015 lalu, E melahirkan bayi laki-laki dengan selamat dan sehat, namun bayi itu langsung dibunuh oleh ibunya C karena takut warga mendengar suara tangisan bayi. Setelah membunuh bayi tak berdosa itu, C meminta bantuan suaminya untuk menguburkan bayi itu di halaman belakang rumahnya menjelang maghrib.


“Kebetulan waktu itu ada warga yang  melihat Y menggali tanah. Saat ditanya, katanya itu untuk menanam pohon Jenjen,” Tutur Perwira Polri Cibeber, Pardiyanto pada Radar Cianjur (Grup pojoksatu.id).

Wargapun merasa curiga dan menyelidiki kebenaran tersebut dan sampailah laporan pada Babinkamtibnas Polsek Cibeber yang selanjutnya mengamankan kedua pasangan suami istri tersebut, Jumat (8/1/2015).

“Keduanya awalnya tak mengakui, namun ketika didesak akhirnya mengakui. Keduanya mengatakan sangat menyesal,” tambahnya.

Akibat perbuatannya itu, C dikenai pasal berlapis dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara karena telah sengaja membunuh  dan sengaja menyembunyikan mayat korban, sedangkan Y dikenakan pasal  perlindungan anak  dngan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (zul)