Basarnas Tinggalkan 114 Jenazah di Pangkalan Bun

INDONESIA-SINGAPORE-MALAYSIA-AVIATION-AIRASIA
Tim SAR melakukan pencarian korban di Selat Karimata, Pangkalan Bun

POJOKSATU – Operasi gabungan dalam misi pencarian korban pesawat AirAsia QZ8501 tak lama lagi dihentikan. Badan SAR Nasional (Basarnas) mulai mengurangi jumlah petugas dan armada yang dikerahkan.

“Namun, proses evakuasi dan pencarian korban terus kami lakukan,” ujar Direktur Operasional Basarnas Marsma SB Supriyadi kepada Radar Bogor di Pangkalan Udara (Lanud) Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin, Kalimantan Tengah, kemarin.

Pantauan Radar Bogor (Grup Pojoksatu.id), aktivitas ratusan personel di Lanud Iskandar tak seramai pekan lalu. Dari data yang diperoleh, Basarnas rupanya telah memulangkan ratusan personel dari berbagai kesatuan. Di antaranya personel Basarnas dari Banjarmasin 69 orang, anggota PMI 55 orang, TNI Angkatan Darat 72 orang.

Sedangkan untuk armada, satu pesawat TNI AU jenis Hercules dan dua helikopter TNI AU jenis Puma juga sudah tak nampak lagi di hanggar. Armada yang di sisi kanan-kiri landasan pacu hanya ada lima helikopter, yakni dua helikopter milik TNI AL jenis Hu-420, satu helikopter Puma milik TNI AU, dan dua helikopter jenis Dolphin milik Basarnas.


Selain personel dan armada, sejumlah tenda relawan milik Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan pihak swasta yang berada di areal posko Lanud Iskandar mulai dibongkar. “Ya ada perintah, Mas, mungkin gara-gara kotak hitamnya sudah ditemukan,” celetuk salah satu anggota Basarnas.

Pesawat AirAsia QZ 8501 jatuh di selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah pada hari Minggu (28/12/2014). Pesawat dengan rute Surabaya- Singapura itu membawa 162 penumpang, termasuk kru. Hingga kini, jenazah yang ditemukan baru 48 orang. Artinya masih ada 114 jenazah yang belum diketahui nasibnya.

Kabar bakal dihentikannya operasi gabungan ini ternyata meresahkan keluarga korban. Terlebih mereka yang jasad keluarganya ditemukan. Kecemasan ini dipahami Kepala Basarnas Marsma FHB Soelistyo.

Sebelum terbang ke Surabaya kemarin sore, kepada Radar Bogor, Soelistyo memastikan pencarian korban tidak dihentikan. “Hanya saja, operasi besar-besaran akan diganti dengan operasi harian,” tegasnya.

Dia menjelaskan, selama ini proses pencarian korban masih berlangsung. Tidak hanya berkutat pada black box dan ekor pesawat. “Tim terus menyusuri semua titik pencarian,” ucapnya. Soelistiyo juga mengatakan operasi besar-besaran memang akan berhenti. Namun, operasi harian tetap dilaksanakan Basarnas. “Semaksimal mungkin dan sebanyak-banyaknya korban harus ditemukan,” janjinya.   (ind/one)