Sebelum Tersangka, Harta Calon Kapolri Naik 5 Kali Lipat

Komjenpol Budi Gunawan
Komjenpol Budi Gunawan
Komjenpol Budi Gunawan

POJOKSATU – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan calon tunggal Kapori, Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka dalam kasus rekening gendut.

KPK mengaku menemukan dua alat bukti untuk menjerat mantan ajudan Megawati Soekarno putri tersebut. “Komjen BG tersangka kasus Tipikor saat menduduki kepala biro kepala pembinaan karir,” kata Ketua KPK Abraham Samad dalam jumpa pers di Kuningan, Jakarta, Selasa (13/1/2015).

Sesuai laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHPN) pada Agustus 2008, jumlah harta kekayaan Budi Gunawan sebesar Rp 4,468 miliar. Namun, pada Juli 2013, jumlahnya meningkat lima kali lipat menjadi Rp 22,6 miliar.

Penyidik menemukan transaksi tidak wajar di rekening Budi Gunawan. KPK telah melakukan penyelidikan sejak Juli 2014. “KPK melakukan penyidikan setengah tahun lebih terhadap kasus transaksi mencurigakan,” pungkas Samad.


Terpisah, Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf mengatakan siap membuka laporan hasil analisis transaksi keuangan milik sejumlah pejabat tinggi Polri.

Menurut Yusuf, laporan hasil analisis transaksi keuangan yang dilakukan PPATK pada 2010 itu juga telah dibuka di hadapan Komisi III DPR pada 2012. Laporan hasil analisis transaksi keuangan itu telah diserahkan kepada Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. (Baca Juga: Rapor Merah Budi Gunawan di Kicauan Yunus Husein)

Komisi III DPR telah mengundang PPATK terkait rekening gendut milik Budi Gunawan. “Insya Allah, saya datang. Tapi saya belum terima undangannya,” tutur Yusuf. (one)