Pemda Ini Cuekin 3 Warganya yang Jadi Korban AirAsia

Penumpang AirAsia QZ 8501 asal Tarakan, Kosuma Chandra Kho bersama keluarga besarnya. Istri Kosuma, Sherlly Ong (duduk, 2 dari kanan), Kosuma Chandra Kho (3, duduk dari kanan), dan anaknya Vera Chandra Kho (berdiri di belakang Kosuma). Foto:Istimewa
Penumpang AirAsia QZ 8501 asal Tarakan, Kosuma Chandra Kho bersama keluarga besarnya. Istri Kosuma, Sherlly Ong (duduk, 2 dari kanan), Kosuma Chandra Kho (3, duduk dari kanan), dan anaknya Vera Chandra Kho (berdiri di belakang Kosuma). Foto:Istimewa

POJOKSATU – Dari 155 penumpang yang ikut dalam penerbangan AirAsia QZ8501 pada Minggu (28/12/2014) lalu, tiga orang di antaranya merupakan warga Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Dari ketiga warga Tarakan itu, baru satu yang ditemukan menjadi jenazah dan telah teridentifikasi. Dia adalah Vera Chandra Kho (19). Sedangkan ayah ibunya, Kosumo Chandra Kho dan Sherlly Ong. Meski tiga warga Tarakan menjadi korban AirAsia, pemerintah daerah setempat terkesan cuek. Keluhan ini disampaikan keluarga Kosuma.

Kerabat Kosuma, Ongko Gunawan, membandingkan sikap berbeda yang ditunjukan Walikota Surabaya Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

“Tanggapan Pemda Tarakan seperti apa? Warganya jadi korban kok malah diam-diam saja? Sedangkan Wali Kota Surabaya saja selalu membantu kita, setiap hari menjenguk kita,” keluh Gunawan dilansir Kaltara Pos (Grup Pojoksatu.id).


Lantas apa tanggapan pihak Pemda Tarakan? Dihubungi Kaltara Pos pada Senin (12/1) malam, Wakil Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat menyampaikan, peristiwa yang dialami keluarga Kosuma merupakan musibah nasional.

Arief mengajak masyarakat Tarakan mendoakan seluruh korban AsiaAsia dan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan menimpa warganya.

“Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menjalani cobaan seperti ini. Teman-teman dan kerabat juga mudah-mudahan bisa menghibur keluarga korban yang sedang berduka,” harapnya.

Wawali Tarakan juga menyatakan kesiapan Pemda menyambut kedatangan jenazah Vera Chandra Kho yang rencananya diterbangkan ke Tarakan pada Rabu (14/1) pagi besok. Dia siap berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait mengenai hal tersebut.

“Kita siap mengkoordinasikannya jika memang keluarga mengharapkannya,” tandas Arief. (nn/kj/jpnn/ps)