Kepala Polisi Charlie Hebdo Bunuh Diri Usai Bertemu Korban

1 carlie
BERDUKA: Warga Perancis melakukan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan mereka terhadap korban pembantaian di kantor Charlie Hebdo, pekan lalu. Foto AFP/Pojoksatu.id

POJOKSATU – Seorang polisi senior Perancis yang ditugaskan di Charlie Hebdo, Paris, Prancis, bunuh diri setelah bertemu dengan keluarga dan kerabat korban pembantaian di kantor Majalah Satire Charlie Hebdo, pekan lalu.

Komisaris Helric Fredou (45), menembak dirinya sendiri di kantor polisi di Limoges. Diduga, Helric Fredou tertekan dan terbawa perasaan saat mendengar kesaksian para korban kritis dan keluarga korban tewas dalam pembantaian di Charlie Hebdo. Helric sendiri ditugaskan sebagai Wakil Direktur Polisi Regional di Limoges.

Helric telah mewawancarai keluarga korban Charlie Hebdo yang menewaskan 12 orang. Media Prancis melaporkan bahwa Helric mengaku terlalu banyak bekerja dan tertekan akibat pembantaian di Charlie Hebdo yang masuk dalam wilayah tugasnya.

Juru Bicara Uni Komisaris Polisi Nasional, Mr Fredou yang dikonfirmasi wartawan Perancis membenarkan kematian Helric. Dikatakan Fredou, Helric meninggal karena bunuh diri.


Dia menyampaikan kesedihan dan keprihatinannya atas kepergian Helric. “Dengan sangat sedih kami menyampaikan bahwa rekan kami Helric Fredou telah meninggal. Pada hari berkabung nasional, komisaris polisi terpukul oleh kematian tragis yang di antaranya adalah seorang polisi,” ujar Helric seperti dilansir Metro.co.uk, Senin (12/1/2015)

“Uni Komisaris Kepolisian Nasional menyampaikan belasungkawa paling tulus kepada keluarga Helric,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Kantor Majalah Satire Charlie Hebdo diserang sekelompok pria bersenajata, pekan lalu. Peristiwa itu menewaskan 12 orang, termasuk seorang polisi dan wartawan Charlie Hebdo. Kasus ini mengundang empati masyarakat internasional.

Pada Minggu (11/1/2015), 40 pemimpin dunia beserta jutaan warga Prancis turun ke jalan melakukan aksi solidaritas atas pembantaian di Charlie Hebdo. (one)