Kasus Cicak vs Buaya Jilid II, Ini Sikap Kapolri

Kapolri Jendral Pol Sutarman. FOTO: dok/jpnn
Kapolri Jendral Pol Sutarman. FOTO: dok/jpnn
Kapolri Jendral Pol Sutarman. FOTO: dok/jpnn

POJOKSATU – Penetapan calon kapolri 2015, Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka, menimbulkan spekulasi bakal munculnya kasus cicak vs buaya jilid II.

Drektur Advokasi Pusat Kajian Anti-Korupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada Oce Madril mengingatkan, kasus Cicak vs Buaya dapat terulang. Konflik antara Kepolisian RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu mungkin terulang seperti pada saat penetapan Komjen Susno Djuadji sebagai terangka.

Oce menyarankan polisi harus belajar dari kasus Cicak vs Buaya di masa lalu agar tak membuat citra kepolisian buruk di mata masyarakat.

“Saya berharap kepolisian dapat menerima ketetapan KPK dan membiarkan pengadilan yang memutuskan. KPK juga tidak perlu khawatir karena publik akan selalu mendukung mereka (KPK),” ujar Oce.


Kekhawatiran akan munculnya kasus cicak vs buaya jilid II mendapat perhatian Kapolri Jenderal Sutarman. Sutarman menjamin, konflik itu tidak akan terulang lagi.

“Saya sudah ketemu Kapolri, ada beberapa pernyataan yang menarik. Ini bukan kasus yang sama seperti dulu,” kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di kantornya, Jakarta, Selasa (13/1/2015).

Usai mengumumkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka, pimpinan KPK langsung berangkat ke Mabes Polri. Mereka berkoordinasi dengan Polri soal penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka.

Dalam pertemuan itu, Kapolri juga memastikan akan memberi bantuan hukum kepada Budi Gunawan. Dan Polri akan menghormati proses hukum yang terjadi di KPK. (one)