Ditipu Oknum PNS, 142 Guru di Bekasi Dikejar-kejar Kolektor

Para guru di Bekasi yang tertipu oleh oknum pns menunjukkan foto oknum tersebut. Foto: Go Bekasi (Grup Pojoksatu.id)
Para guru di Bekasi yang tertipu oleh oknum pns menunjukkan foto oknum tersebut. Foto: Go Bekasi (Grup Pojoksatu.id)

POJOKSATU – Karena ulah bekas bendahara UPTD Pendidikan Bekasi Selatan, Giyanto, 142 guru merasa hidupnya tertekan. Ratusan guru merasa tidak tenang karena setiap hari ditagih oleh pihak bank. Mereka ditagih kolektor bank karena dianggap berutang hingga ratusan juta.

Memang sebelumnya Giyanto bertindak sebagai penghubung antara guru dan beberapa bank. Para guru meminta bantuan Giyanto untuk mendapat pinjaman. Kebanyakan mereka memang mendapatkan pinjaman bank sebesar Rp10 juta.

Namun alangkah kagetnya saat pihak bank menagih utang yang nilainya hingga ratusan juta rupiah. Ternyata setelah ditelusuri, Giyanto mencatut nama-nama guru. Salah satu gurus SDN Kayuringin Yeyet Rohayati, mengaku meminjam uang di bank sebesar Rp10 juta. Namun setelah  pinjaman dibayar, pihak bank tetap menagih dirinya.

’’Tentunya dengan kejadian ini, saya merasa terteror oleh pihak bank yang menagih saya. Karena saya hanya meminjam Rp10 juta dan itu juga sudah saya kembalikan kepada Giyanto. Tetapi yang membuat saya resah adalah pihak bank selalu meminta tagihan.


Tentunya saya merasa terganggu. Dan saya juga sudah pernah membayar cicilan sebesar Rp5 juta, lantaran saya terus diganggu dan dipaksa untuk membayar. Oleh sebab itu, saya meminta kepada wali kota untuk bisa menyelesaikan hal ini. Supaya yang melakukan kesalahan ini, bisa bertanggung jawab,” pintanya.
Sementara itu,  Kepala Dinas Pendidikan, Rudi Sabarudin mengatakan, apa yang sudah dilakukan bawahannya itu sebagai tindak penipuan.

’’Untuk saat ini permasalahan tersebut sudah diperiksa oleh inspektorat. Nantinya akan dibawa pada majelis kode etik untuk memberikan sanksi kepada Giyanto. Tentunya yang dilakukan Giyanto sudah perbuatan yang sangat tercela dan dia juga pantas untuk mendapatkan sanksi yang berat. Tetapi semuanya kita serahkan kepada tim,” pungkasnya. (and/lya/pojoksatu)