Dewan Bahas Raperda RTRW

Dewan Bahas Raperda RTRW
Yod Mintaraga

POJOKSATU – DPRD Jawa Barat akan membahas rancangan peraturan daerah terkait rencana tata ruang wilayah. Hal ini penting agar pembangunan yang dilakukan tidak merusak kondisi lingkungan.

Anggota Komisi IV DPRD Jabar Yod Mintaraga mengatakan, rencana tata ruang wilayah yang baru sudah masuk ke program legislasi daerah. Saat ini, dewan masih menunggu evaluasi raperda tersebut.

“Karena baru masuk di Prolegda 2015, jadi revisinya belum tahu seperti apa. Yang jelas, RTRW tersebut harus memperhatikan pembangunan berkelanjutan. Ini, harus jadi konsep dasar kita,” kata Yod di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Senin (12/1).

Lebih lanjut Yod katakan, perubahan RTRW harus bisa mendorong pertumbuhan ekononomi bagi daerah tertinggal. Sebab, kata dia, saat ini pembangunan daerah Jabar masih banyak dilakukan di utara, sedangkan daerah selatan masih tertinggal.


“Daerah selatan masih tertinggal, bisa dilihat sekarang dibandingkan utara dan tengah income per kapita dan pendapatan daerah di selatan masih rendah. Tapi pengembangan daerah selatan jangan mengorbankan daerah lindung,” katanya.

Sementara itu, Yod menjelaskan, pertumbuhan ekonomi di tengah dan utara Jabar rata-rata lebih tinggi. Sebagai contoh, Kabupaten Karawang, Bogor dan Kota Bandung mengalami kemajuan yang luar biasa.

Sementara pendapatan daerah di Jabar selatan, seperti Sukabumi, Garut, dan Tasikmalaya relatif masih kecil. Padahal, daerah tersebut memiliki banyak potensi seperti halnya pantai Rancabuaya, Pelabuhan Ratu, dan lainnya.

“Jadi RTRW harus memberikan kesempatan ke daerah untuk mengembangkan daerah masing-masing agar pembangunan merata,” katanya. Yod pun menjelaskan, infrastruktur menjadi kendala utama untuk mengembangkan Jabar Selatan.

“Jadi, pembangunan infrastruktur harus terus digenjot.  Sepanjang infrastruktur terpenuhi, maka akan ada peluang investasi,” pungkasnya. (agp)