Bungkus Rokok Menyeramkan, Target Pajak Tidak Tercapai

Gambar pada kemasan rokok.
Gambar pada kemasan rokok.

POJOKSATU – Pemasangan iklan layanan masyarakat berupa gambar menyeramkan pada kemasan rokok, ternyata berdampak besar pada menurunnya penjualan rokok di Sulawesi Selatan.

Akibatnya pajak bagi hail rokok di Sulsel pun tidak memenuhi target pada tahun 2014. Sepanjang 2014, Sulsel ditarget akan mendapatkan Rp270 miliar. Nyatanya realisasi hingga pengunjung tahun hanya Rp244 miliar.

Kepala Bidang Pajak Dinas Pendapatan Daerah Sulsel, Burhanuddin, target bagi hasil rokok Sulsel tak tercapai diperkirakan akibat lesunya industri rokok belakangan ini.

“ Kondisi industri rokok memang tak stabil, konsumen rokok sedang menurun. Mungkin masyarkat sudah tahu mengenai bahaya merokok. Apalagi kan ada gambar warning pada bungkus rokok,“ ujarnya.


Terkait pajak bagi hasil rokok, Ia mengatakan pemerintah daerah hanya menunggu bagian dari pusat. “Pajak rokok ini kan peraturannya hanya ada di pusat. Kami hanya menerima saja, selanjutnya mengatur pembagian ke kabupaten/kota. Pembagian anggarannya pun kami hanya tangani pada SK saja, selanjutnya ditransfer melalui Biro keuangan Pemprov,“ ujar Burhanuddin.(ure)