Bima Arya Serahkan Uang “Rampasan” ke Polisi

Bima Arya berbincang dengan Wakapolres Bogor Kota di ruangan Kapolres. Foto One/Pojoksatu.id
Bima Arya berbincang dengan Wakapolres Bogor Kota di ruangan Kapolres. Foto One/Pojoksatu.id
Bima Arya berbincang dengan Wakapolres Bogor Kota di ruangan Kapolres. Foto One/Pojoksatu.id

POJOKSATU – Walikota Bogor, Bima Arya, menyerahkan uang sebanyak Rp5 juta ke Polres Bogor Kota, Selasa (13/1/2015). Uang tersebut merupakan  hasil sitaan Bima Arya saat melakukan aksi tangkap tangan terhadap seorang pengusaha yang sedang melakukan transaksi dengan calon perizinan di lingkungan Balaikota Bogor, Senin (12/1/2015.

Bima tiba di Kantor Polres Bogor Kota sekitar pukul 17:30. Puluhan pendukungnya menyambut orang nomor satu di Kota Bogor itu di pelataran parkir Polres Bogor Kota. Setelah berbincang sejenak, Bima langsung masuk ke ruangan kapolres.

Bima didampingi Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Denny Mulyadi dan Kabag Hukum, Toto Mitha Ulum. Bima dan rombongan diterima Wakapolres Bogor Kota Kompol Muhammad Santoso didampingi Kasat Reskrim.

Bima berbincang dengan wakapolres kurang lebih 1,5 jam. Usai melakukan pertemuan, Bima terebih dahulu salat Magrib di musalah polres.


Usai salat, Bima menyampaikan hasil pembicaraannya dengan wakapolres. Menurut Bima, dia datang untuk menyerahkan uang yang dia sita sebesar Rp5 juta kepada polisi. “Uangnya sudah saya serahkan,” tutur Bima.

Menurut Ketua DPP PAN itu, kedatangannya ke polres merupakan tindak lanjut dari aksinya yang melakukan tangkap tangan terhadap Lilis Aryani dan Windi saat melakukan transaksi. Namun, Bima tidak membuat laporan.

“Saya melakukan itu (tangkap tangan) sebagai bentuk pencegahan. Kalau saya tidak melakukannya, berarti sama saja saya melakukan pembiaran,” tutur Bima.

Diakuinya, aksi tangkap tangan dia lakukan karena mendapat laporan dari bawahannya. “Saya punya alat bukti di WhatsApp. Ada yang menggunakan nama saya, padahal saya tidak pernah memerintahkan. Itu tidak boleh dibiarkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakapolres Bogor Kota Kompol Muhammad Santoso mengatakan, Bima Arya datang hanya untuk klarifikasi.

“Beliau (Bima) datang menyerahkan uang dan menyampaikan kronologinya. Dia tidak membuat laporan,” ujar Santoso seraya menambahkan, Bima Arya tidak tidak melaporkan Lilis Aryani maupun Windi.

Ditanya soal laporan Lilis Aryani yang melaporkan Bima Arya dengan tunduhan penghinaan dan fitnah, Santoso mengatakan, penyidik masih melakukan pengembangan.

“Jadi, kedatangan Pak Bima ke sini juga sekaligus mengklarifikasi soal laporan yang dibuat Bu Lilis,” pungkas Santoso.

Sebelumnya diberitakan, Bima Arya dilaporkan ke Polres Bogor Kota atas dugaan tindak pidana dan penghinaan dan fitnah.

Pengacara Lilis, M Iqbal mengatakan, tindakan yang dilakukan Bima Arya tidak sportif. “Dia (walikota) merampas uang klien kami Rp5 juta di warung tanpa tanda terima,” ujar Iqbal kepada wartawan Pojoksatu.id.

Iqbal menuding walikota melakukan langkah gegabah. “Dia asal nuduh saja. Dia suruh klien kami mengeluarkan uang di dalam tas, kemudian dibawa. Ini tidak pantas dilakukan oleh seorang walikota berpendidikan tinggi seperti Bima, apalagi dilakukan di depan umum. Ini penghinaan,” imbuhnya.

Atas dasar itulah, Iqbal bersama kliennya melaporkan Bima Arya ke Polres Bogor Kota pada Senin (12/1/2015) petang. Laporan bernomor STBL/35/I/2015/SPKT itu diterima oleh Ajun Komisaris Polisi D Sudirman. (one)