UPT Pendidikan Tolak Buku Elektronik

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU – Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menerapkan Buku Elektronik Sabak (e-Sabak) untuk para pelajar menuai pro kontra dari sejumlah kalangan. Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Citeureup Dedi Subadri, belum waktunya wacana tersebut diwujudkan. Sebab, saat ini Kurikulum 2013 masih belum beres. “Saya sudah dengar rencana itu. Tapi, jangan terburu-buru lah,” katanya.

Sebelum rencana tersebut diterapkan, tambah Dedi, pemerintah harus menyosialisasikan terlebih dulu pada seluruh sekolah yang ada. Apalagi, banyak beberapa daerah yang belum dialiri listrik. “Itu harus dipertimbangkan. Kurikulum 2013 saja belum beres, tuntaskan dulu Kurikulum 2013,” tegasnya.

Berbeda dengan Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Bogor Didi Furqon. Ia mengaku setuju dengan wacana tersebut. Sebab, saat ini zaman sudah masuk era digital. “Sepanjang itu untuk kemajuan teknologi, saya setuju. Memang sejak dini anak-anak sudah harus diperkenalkan dengan internet,” ungkapnya. Namun, lanjut dia, sebelum wacana tersebut direalisasikan, pemerintah harus memastikan agar program itu bebas dari situs pornografi. “Situs pornografi harus hilang dulu, baru bisa diterapkan,” tuturnya.

Selain itu, ia mengingatkan agar pemerintah tidak memonopoli pengadaan iPad tertentu. “Jangan sampai nanti pemerintah jadi pemborong untuk merek-merek iPad tertentu,” tegasnya.


Sekadar diketahui, Mendikbud Anies Baswedan berencana memprioritaskan program e-Sabak di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) sesuai arahan presiden RI yang disampaikan dalam rapat kabinet. (feb/py/ps)