RAPBNP 2015 Banyak Keanehan

Ilustrasi. Foto: Istimewa
Ilustrasi. Foto: Istimewa
Ilustrasi. Foto: Istimewa

POJOKSATU – Fraksi Gerindra menilai ada sejumlah hal yang layak dipertanyakan dari RAPBNP 2015 yang diajukan pemerintah. Hal ini akan menjadi salah satu fokus perhatian Fraksi Gerindra di masa sidang kedua 2014-2015.

Ketua Fraksi Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, yang paling mencolok adalah target penerimaan sektor pajak yang meningkat dari sebelumnya Rp 1.200 triliun menjadi Rp 1.300 trilun. Menurutnya, target peningkatan sebesar Rp 100 triliun ini tidak realistis.

“Yang jadi pertanyaan adalah tahun 2013 ke 2014, maksimal penerimaan pajak hanya Rp 60 triliun. Jadi apakah target yang sekarang ini akan tercapai,” kata Muzani di Gedung DPR, Senin (12/1).

Kedua, lanjut Muzani, terkait anggaran sangat besar yang digelontorkan untuk sektor infrastruktur. Ia ingin pemerintah menjelaskan lebih detail mengenai hal tersebut.


Kebijakan mengurangi setoran dividen BUMN juga menjadi perhatian Fraksi Gerindra. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak sinkron dengan visi pemerintah menguatkan peran BUMN.

“Pemerintah akan menggelontorkan penguatan untuk BUMN Rp 30 triliun di APBNP, tapi di sisi lain pemerintah kurangi deviden atas keuntungan BUMN Rp 9 triliun. Gimana perusahaan modalnya ditamah tapi target keuntungan dikurangi,” jelasnya.

Ia pastikan Gerindra akan mengawal dengan ketat proses pembahasan RAPBNP 2015. Ditegaskannya, pemerintah harus memberi penjelasan sebaik-baiknya kepada DPR saat pembahasan nanti.

“Kita akan baca secara kritis RAPBNP dengan cermat. Karena beberapa hal ini menarik,” pungkasnya. (dil/jpnn/ps)