Jenazah AirAsia Berkeping-Keping

INDONESIA-SINGAPORE-MALAYSIA-AVIATION-AIRASIA
Ekor pesawat AirAsia diangkat dari dasar laut

POJOKSATU – Setelah dua minggu lebih melakukan pencarian, Badan SAR Nasional (Basarnas) mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Basarnas menduga, pesawat AirAsia QZ8501 meledak sebelum jatuh di Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Dugaan itu merujuk pada banyaknya serpihan-serpihan pesawat yang ditemukan dan kesaksian nelayan di Pangkalan Bun yang mendengar suara ledakan saat AirAsia hilang kontak.

“Bunyi ledakan sampai didengar nelayan karena kabinnya meledak. Jadi kabinnya pecah karena tekanan dari dalam,” tutur Direktur Operasional Basarnas Marsma SB Supriyadi  di Lanud Iskandar, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, Senin (12/1).

Direktur Operasional Basarnas Marsma SB Supriyadi menduga pesawat AirAsia QZ8501 meledak sebelum jatuh di Selat Karimata, Kalimantan Tengah. Dugaan ini merujuk pada pengakuan nelayan yang sempat mendengar suara ledakan saat AirAsia hilang kontak.


Memurut Supriyadi, jika benar pesawat meledak sebelum jatuh, maka banyak jenazah yang hancur karena masih berada di dalam kabin. “Ini tanda tanya. Kalau AirAsia meledak berarti banyak (jenazah) yang sudah berkeping-keping. Ini semua nanti kita buktikan, tapi kalau lihat sisi kiri pesawat yang hancur, ini sudah kena pressure. Jadi jenazah ada yang berkeping-keping,” katanya.

Terkaitnya banyaknya jenazah yang ditemukan dalam keadaan utuh, Supriyadi menjelaskan, hal tersebut karena banyak penumpang yang sudah terlempar keluar dari dalam kabin pesawat. “Ya itu karena banyak jenazah yang sudah terlempar keluar,” pungkas Supriyadi. (mrd/one)