Indosat Bully Bekasi, Tak Cukup Minta Maaf

@IndosatMania1

POJOKSATU – Akun @IndosatMania yang sempat memasang iklan viral bernada mengejek Bekasi dan mengajak liburan ke Australia, terus mendapat sorotan.

Kendati pihak korporasi mengklaim sudah mencabut iklan tersebut, namun aparat kepolisian diminta terus melanjutkan proses hukumnya.

’’Permintaan maaf tetap kita terima. Polisi harus menindaklanjuti laporan yang dibuat warga dalam kasus ini. Supaya kita tahu ada motivasi apa sebenarnya, apakah untuk kepentingan komersial atau justru lebih jauh untuk menjatuhkan nama Bekasi,” ujar sejarawan Bekasi, Ali Anwar, Minggu (11/1).


Dijelaskannya, ramainya bully yang terjadi dalam dunia maya memiliki kadar tertentu. Menurutnya ada beberapa bully yang dapat dianggap sebagai kritikan membangun. Tetapi di sisi lain ada juga bully yang dilakukan tidak pantas dan melanggar etika.

Dalam hal ini, kata Ali, bully yang dilakukan oleh PT Indosat telah menimbulkan kemarahan dan ketersinggungan masyarakat Bekasi. Karena itu, sambung dia, dengan datangnya pihak Indosat dengan cara meminta maaf, atau pun hanya mendatangi unsur kecil di tingkat pemerintahan tidak dapat memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat.

Jika hal itu dilakukan hanya pada salah satu golongan kecil tertentu, tambahnya, justru hal itu akan menimbulkan kecurigaan pada golongan masyarakat secara luas.

Permintaan maaf dari pihak PT Indosat kepada seluruh masyarakat Bekasi harus tetap dilakukan, selanjutnya PT Indosat juga harus melakukan perbaikan dan bertanggungjawab atas iklan yang telah mereka terbitkan melalui media sosial itu.

Pelaporan kepada pihak kepolisian dalam kasus ini, harus tetap dilakukan lantaran iklan dengan cara melecehkan pihak lain itu diterbitkan untuk menjadi promosi demi keuntungan perusahaan.

’’Nanti akan terungkap siapa yang menggagas dan apa motivasinya apakah untuk guyonan semata, untuk mendongkrak bisnis atau bagaimana,” kata Ali Anwar.

Pilihan kata yang membandingkan antara Australia dengan Bekasi, menurutnya, hal itu telah melukai masyarakat Bekasi sebagai Kota Patriot. Pernyataan dalam iklan tersebut seolah menganggap bahwa Australia lebih dekat dengan Indonesia daripada Bekasi. Dengan demikian ada kesan ajakan kepada masyarakat luas agar tidak perlu datang ke Bekasi.

Anwar sendiri menilai iklan tersebut memang sengaja dibuat untuk mendongkrak bisnis, dan sengaja mengangkat tema yang sedang ramai seperti kasus bully yang sebelumnya ramai di Bekasi. Jika hal itu benar terjadi, kata dia PT Indosat terkesan telah membodohi masyarakat lewat iklan itu dengan cara menjatuhkan nama Bekasi.

Menurut Ali, peluncuran iklan dalam sebuah perusahaan pada awalnya melalui gagasan atau ide dari seseoang, selanjutnya hal itu dibicarakan dalam satu rapat dan kemudian diterbitkan setelah disetujui oleh atasan.

Jika dalam kasus ini pihak PT Indosat kemudian berkilah tidak ada koordinasi atau persetujuan dari petinggi perusahaan, menurut Anwar, kebodohan itu lebih jelas terlihat dalam sebuah perusahaan besar itu.

’’Itu kebodohan sendiri membuat iklan dengan cara melecehkan orang lain, tentunya hal itu sebelumnya telah melalui proses persetujuan. Dan apabila ternyata Indosat mengatakan iklan itu diterbitkan tanpa adanya persetujuan lebih dulu itu malah lebih bodoh lagi,” ujarnya, seperti diberitakan Radar Bekasi (grup Pojok Satu). (mas)