Geram, Ahok Janji Pecat Pejabat Narkoba

Ahok
Ahok
Ahok

POJOKSATU – Sanksi pecat menanti 13 pejabat Pemprov DKI Jakarta yang terindikasi mengonsumsi narkoba. Hari ini (12/1) mereka dipanggil ke balai kota untuk dimintai pertanggungjawaban atas hasil tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersamaan dengan mutasi masal di lapangan Monas pekan lalu.

Minggu (11/1) ancaman pemecatan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Mantan bupati Belitung Timur itu tampak tidak kuasa menyembunyikan kekesalannya di hadapan media mengenai perilaku negatif anak buahnya. ’’Hasilnya sudah keluar (dari BNN). Makanya, akan langsung diambil tindakan,’’ tegasnya.

Menurut Ahok, sejak mengetahui informasi tersebut, dirinya langsung berdiskusi dengan Wagub DKI Djarot Saiful Hidajat. Hasilnya, mereka sepakat memberikan sanksi tegas berupa pemberhentian jabatan. Bukan hanya itu, Ahok akan memproses mereka sesuai dengan UU Narkotika. ’’Ternyata, Wagup itu setipe (dengan saya). Dicopot itu sudah pasti, jadi staf itu sudah pasti, tinggal kami akan proses sesuai dengan aturan hukum,’’ jelas suami Veronica Tan tersebut.

Ahok terbilang aktif memantau perilaku anak buahnya dari pengaruh narkoba. Kerja sama dengan BNN terjalin sejak 2013. Bahkan, sejak tahun lalu, dia meminta BNN untuk melakukan tes urine secara acak terhadap PNS di seluruh instansi pemprov. Terakhir, setelah pelantikan ribuan pejabat pada Jumat pekan lalu (2/1), dia juga meminta seluruh pejabat eselon II dan III untuk menjalani tes urine.


Meski siap memecat para pejabatnya, Ahok tetap akan meneliti apakah obat yang dikonsumsi itu benar-benar narkoba atau tidak. Sebab, sebagaimana diinformasikan BNN, jika mereka mengonsumsi obat kuat pada malamnya, akan ada pengaruh pada tes urine esoknya. Dia juga berjanji secepatnya meneliti agar rasa penasaran atas perilaku 13 pejabat tersebut segera terjawab. ’’Kami pastikan yang bersangkutan dipecat juga dari PNS. Makanya, kami ingin cepat-cepat teliti,’’ tegasnya.

Saat ditanya nama-nama pejabat itu, mantan politikus Golkar dan Gerindra tersebut menyatakan belum tahu. Dia baru menanyakannya secara jelas ke Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah hari ini (12/1). Setelah tahu, Ahok siap membeberkannya kepada media. Tujuannya, menjadi pelajaran bagi PNS yang lain. Apalagi, dia mencium indikasi adanya PNS yang akrab dengan barang haram tersebut.

Sebagaimana diberitakan, aib kembali menerpa kalangan pejabat di lingkungan Pemprov DKI. Berdasar hasil tes urine BNN, ada sinyal kuat bahwa 13 pejabat pemprov positif memakai narkoba. Mereka adalah pejabat eselon II (setara kepala dinas) dan eselon III.

Temuan tersebut terbilang mencengangkan sekaligus memalukan. Sebab, pada September 2014, sebetulnya ada 19 PNS yang harus kehilangan posisi. Mereka dipecat gubernur juga gara-gara kasus narkoba. Ternyata, pemecatan itu tidak membuat mereka kapok. (fai/hud/c15/any)