Pertaruhkan Nyawa, Penyelam Dihadiahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Persiapan-penyelam-AirAsia

POJOKSATU – Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko atas nama negara telah memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa kepada sejumlah penyelam dari Tim Intai Amfibi TNI Angkatan Laut yang tanpa kenal kata menyerah telah mempertaruhkan nyawa untuk dapat segera menemukan dan mengevakuasi ekor pesawat Air Asia QZ8501.

Selama ini TNI AL melalui berbagai peralatan dan personil penyelamnya menjadi harapan dalam proses pencarian dan evakuasi kotak Hitam QZ850 juga bagian-bagian dari pesawat lainnya, serta para penumpang yang kemungkinan masih terikat di tempat duduknya masing-masing.

Beberapa waktu yang lalu serpihan bagian ekor pesawat telah diverifikasi oleh dua penyelam dari Tim Intai Amfibi TNI AL yang berada di kedalaman 34 meter. Saat ditemukan, obyek sudah terkoyak di beberapa sisi. Namun bentuk ekor masih jelas terlihat karena menghujam ke dasar laut.


“Penyelaman hingga masuk ke kedalaman 30 meter itu merupakan titik kritis yang sangat berbahaya jika hanya menggunakan alat SCUBA,” jelas salah satu praktisi selam, Y Paonganan yang juga Direktur Indonesia Maritime Institite.

Menurut penyandang Scuba Diver Two Star dari POSSI ini, ketika seorang penyelam menambah kedalaman selam setiap 10 meter, maka tekanan akan naik 1 ATM dan itu akan mempengaruhi tekanan air laut yang dapat mengakibatkan Dekompresi.

“Penyelam yang terkena dekompresi bisa lumpuh hingga tak jarang mengakibatkan kematian,” ujar Y Paonganan yang akrab disapa Ongen.

Seperti diketahui, resiko bagi seorang penyelam dengan menggunakan SCUBA untuk menyelam dan menemukan bagian-bagian penting Air Asia itu sangatlah besar. Dan itu merupakan perjuangan hidup atau mati bagi pasukan penyelam dari TNI Angkatan Laut.

Karena titik kritis bagi penyelaman adalah ketika memasuki kedalaman 10 meter dan 30 meter, dimana proses tubuh manusia memerlukan adaptasi. Untuk itu setelah melakukan penyelaman di kedalaman 30 meter, seorang penyelam wajib masuk Chamber untuk normalisasi tubuh.

Apalagi kondisi di lokasi tempat Air Asia QZ 8051 ditemukan itu berlumpur dan sangat keruh, sehingga jarak pandang 0 meter, sehingga ini sangat berbahaya bagi seorang penyelam dari TNI AL. Untuk itu sudah tepat bila Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko memberikan kenaikan pangkat luar biasa bagi para penyelam handal TNI AL.(wid)