Pernyataan Megawati Rusak Citra Istana

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi
Jokowi1
Presiden Jokowi

POJOKSATU – Kehidupan Istana memang tidak selalu indah. Banyak pihak yang terus mengintai Joko Widodo demi meraup keuntungan sendiri. Jika Presiden RI tersebut tidak hati-hati, bisa terperosok dan dibenci rakyat.

Demikian disampaikan pakar politik Universitas Diponegoro Dr Ari Junaedi menanggapi permintaan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar Jokowi tidak hanya melihat Istana dari sisi kemegahan saja, tapi juga sisi gelap.

“Presiden itu seperti madu, kumbang-kumbang akan selalu mengitarinya. Banyak pemilik kepentingan baik ekonomi maupun politik akan berusaha mendekati Jokowi. Kalau tidak bisa tembus, mereka akan berusaha lewat ring satu Istana. Jadi harus diwaspadai,” ucap Ari Junaedi saat dihubungi malam ini.

“Melalui pesan itu, kata Ari, Mega ingin Jokowi kebal bisikan-bisikan yang menjerumuskan. Mega ingin Jokowi tetap fokus menjalankan visi misi pemerintahannya. Sinyalemen dari Mega ini penting, karena Mega punya pengalaman saat jadi presiden,” tandasnya.


Sedangkan mantan Stafusus Presiden, Heru Lelono tidak ngerti dengan ucapan Mega. Selama 10 tahun membantu SBY di Istana, dia tidak menemukan sesuatu yang gelap di Istana.

“Ibu Mega harusnya lebih spesifik menjelaskan yang dimaksudnya. Agar publik mengerti yang dia maksud,” ungkapnya.

Heru justru menilai ucapan Mega berpotensi mengganggu citra Istana. “Istana presiden itu halaman depan negara. Istana presiden adalah simbol martabat dan kebijakasaan. Kalaua ada sisi gelap, itu jadi serius. Kalau negatif, jadi bahaya,” imbuhnya.

Selama jadi Stafsus, tambah Heru, Istana hanya diisi dengan kerja. Bahkan, SBY dan seluruh stafnya tidak pernah mengambil cuti. “Jadi, kalau dibilang ada yang gelap, bingung. Mungkin saat mati lampu,” selorohnya.  (rmol/ps)