Penumpang Lion Air Bawa Bom Gegerkan Bandara Tarakan

Bandara Tarakan
Bandara Tarakan
Bandara Tarakan

POJOKSATU – Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 0267 dengan rute Tarakan-Surabaya mengalami penundaan keberangkatan, Minggu (11/1) pagi Wita. Bukan karena masalah izin terbang, tapi kali ini gara-gara keisengan seorang penumpang yang mengaku membawa bom. Adalah Rian Ardiansyah (28), penumpang yang berada di seat 30c mengaku membawa bom.

“Saya bawa bom lho mbak,” ucap Rian kepada seorang pramugari.

Akibat ucapannya tersebut yang bermaksud ingin bercanda dengan pramugari, Rian yang berdasarkan kartu identitasnya merupakan warga Desa Pelita Harapan, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), kini harus berurusan dengan pihak berwajib. Pilot sempat memutuskan menolak menerbangkan pesawat yang mengangkut 216 penumpang, sebelum Rian diturunkan.

Pesawat Lion Air yang semula dijadwalkan lepas landas dari Bandara Juwata Tarakan sekitar pukul 09.00, tertunda keberangkatannya hingga satu jam.


“Pesawatnya baru berangkat menuju Surabaya sekitar pukul 10.00,” kata Muhammad Nor Gusti, wartawan Radar Tarakan (Grup Pojoksatu.id), yang berada di Bandara Juwata Tarakan.

Kepala Bandara Juwata Tarakan, Syamsul Banri mengungkapkan, akibat perbuatannya itu Rian bisa dijerat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Pria itu bisa terancam hukuman 8 tahun pidana kurungan.

“Karena pelaku telah memberikan informasi palsu yang mengganggu keselamatan penerbangan,” kata Syamsul Banri.

Saat ini, Rian tengah diinterogasi oleh petugas dari kepolisian sektor kawasan pelabuhan (KSKP). Gara-gara candaannya itu, tujuannya menjenguk keluarga di Surabaya akhirnya batal dilakukan hari ini. (ris/jpnn/ps)