Menteri Jonan Siap Mengundurkan Diri

Igansius Jonan
Igansius Jonan
Igansius Jonan

POJOKSATU – Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengaku siap mundur jika institusi yang dipimpinnya tidak bisa ditata dengan baik. Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan tertutup dengan keluarga korban di ruang antemortem di Polda Jatim.

Salah seorang keluarga korban menceritakan, saat ditanya penataan di Kementerian Perhubungan, Jonan tidak banyak komentar. Jonan hanya menegaskan, perbaikan sudah dimulai sejak dirinya menjadi menteri. “Itu jawaban yang disampaikan kepada kami,” ujar sumber tersebut.

Jonan bahkan menegaskan, jika tidak bisa menyelesaikan masalah di internal kelembagaannya, dirinya yang akan selesai. Tidak dipahami maksud dari pernyataan tersebut. Sebab, Jonan mengalihkan pembicaraan pada evakuasi korban.

Pernyataan yang sama juga disampaikan kepada awak media ketika konferensi pers. Jonan hanya menjawab masalah evakuasi. Terkait kebijakan penerbangan tidak akan dijawab di forum tersebut. Alasannya, menghormati perasaan keluarga korban. “Fokus dulu di evakuasi. Masalah lain, itu urusan saya,” ucapnya.


Jonan meminta masyarakat dan keluarga korban tetap tenang. Black box hampir ditemukan. Namun bukan berarti pencarian segera berakhir. “Presiden tetap menginginkan jenaZah seluruh korban ditemukan terlebih dahulu,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, pencarian tidak hanya di darat saja. Pesisir pantai dan daratan menjadi sasaran pencarian. Tim sudah terjun ke lapangan sejak insiden tersebut terjadi.

Ketika ditanya terkait penyataan jika masalah di kementrian perhubungan tidak tuntas maka Jonan yang selesai, mantan Direktur Utama PT KAI itu terlihat cemberut. Menurut dia, sudah konsekuensi ketika pimpinan tidak bisa membehani organisasi yang dipimpin, maka dirinya harus selesai memangku jabatan itu. “Itu artinya. Saya yang selesai,” tegas dia.

Sikap Jonan dalam menghadapi media di Crisis Centre kemarin mendapat kritikan dari awak media. Banyak hal yang kesannya ditutupi Jonan. Keterangan yang disampaikan hanya seputar evakuasi. Sedangkan kebijakan yang menyangkut iNstitusinya tidak diperjelas.

Begitu juga saat ditanya masalah anggaran untuk evakuasi. Jonan menjawab semua dari APBN Perubahan. Dikejar angka nominal yang sudah dikeluarkan, dia mengaku tidak tahu. “Penting kah jawaban itu? Jika penting, tanya ke menteri keuangan,” ungkapnya.

Awak media terus mendesak Jonan untuk menjelaskan kebijakan di Kementerian Perhubungan. Namun, ia tidak menjawab. “Hormati perasaan keluarga. Kedepankan masalah evauasi dahulu,” ucapnya.(riq)