Ceraikan Suami, Jual Sabu, Susul Kekasih Masuk Bui

Ilustrasi
9538_7922_sip-sabu-padang2
Polisi tunjukkan barang bukti narkoba jenis sabu

POJOKSATU – Cinta membuat Dian Vita gelap mata. Tidak saja rela berpisah dari suaminya, perempuan 23 tahun itu juga dengan senang hati membantu bisnis narkoba yang dilakoni pacarnya. Padahal, suaminya memiliki pekerjaan tetap, sedangkan pacarnya mendekam di Lapas Pamekasan.

Cinta buta Dian tersebut kini mengantarnya ke bui menyusul sang kekasih. Pada akhir pekan ini, Dian dicokok polisi di tempat tinggalnya di Kureksari, Waru, Sidoarjo. ”Tersangka Dian ini merupakan kurir seorang napi di Lapas Pamekasan. Napi itu disebut sebagai pacarnya,” kata Kanit Idik I Satreskroba Polrestabes Surabaya AKP M. Yasin.

Dian diciduk polisi setelah mengembangkan hasil penangkapan sebelumnya. Pada Jumat dini hari, Yasin dan anak buahnya berhasil membekuk seorang petugas sekuriti bernama Candra Rahmadi di daerah Waru. Saat diamankan pukul 00.30, pria 32 tahun tersebut baru saja membeli sepoket sabu seberat 0,2 gram.

Penangkapan Candra bermula dari informasi masyarakat. Kepada polisi, Candra mengaku membeli sabu-sabu dari Hendrik, 27, kawannya di Waru. Dari penangkapan itu, polisi menyita barang bukti empat poket sabu-sabu sekitar 0,8 gram.


”Tersangka Hendrik menyebut barangnya didapat dari Dian,” ungkap Yasin. Berbekal keterangan tersebut, polisi menggerebek tempat tinggal Dian. Sayangnya, polisi di sana hanya menemukan bong. ”Meski begitu, kami menemukan sekitar 50 struk bukti transaksi yang diakui tersangka bukti pembayaran narkoba,” paparnya.

Bersama Candra dan Hendrik, Dian digelandang ke Mapolrestabes Surabaya. Kepada penyidik, Dian menjelaskan, sabu-sabu yang diedarkan merupakan milik kekasihnya, Edwin, yang kini meringkuk di Lapas Pamekasan. Sejak beberapa bulan terakhir, dia disuruh mengedarkan serbuk haram tersebut kepada para pelanggan.

Sabu-sabu yang diterima Dian dikirim pacarnya dengan sistem ranjau. Waktu kiriman dan beratnya tidak tentu, kadang 10 gram dan 5 gram. ”Bergantung pesanan,” ujar Yasin. Dian mengaku mengikuti arahan kekasihnya setelah dirinya beberapa kali menjenguknya ke lapas. ”Dari situ kenal dengan napi-napi lainnya, kemudian diminta mengantarkan barangnya,” jelas Dian. (fim/c15/git)