Telat Pacaran, Bikin Impotensi

foto: ilustrasi
ilustrasi, Foto: ist

POJOKSATU – Impotensi atau disfungsi ereksi yang dalam bahasa Inggrisnya erectile dysfunction merupakan ketidakmampuan untuk memulai ereksi atau mempertahankan ereksi.

Tentunya mengenai masalah (impotensi) ini menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan bagi para pria. Bahkan bisa menyebabkan kehilangan percaya diri.

Namun tahukah kenapa impotensi atau disfungsi ereksi ini bisa terjadi. Berbagai riset mengenai impotensi ini terus dilakukan. Riset terbaru bahkan cukup mencengangkan, ternyata kemampuan ereksi pria juga dipengaruhi dari usia ketika si pria pertamakali jatuh cinta.

Seperti dikutip dilaman Journal Sexual Medicine, bahwa hasil penelitian tersebut adalah usia ketika si pria pertamakali jatuh cinta dan menyatakan perasaan ternyata mempengaruhi kemampuannya di ranjang. Semakin tua usia si pria menyatakan cinta maka resiko impotensi makin besar.


“Penjelasan untuk temuan ini adalah faktor psikogenik (ketika masalah kesehatan fisik disebabkan oleh stres emosional) lebih berperan,” tulis para peneliti di Charles University, Praha dalam laporannya yang dipublikasikan di journal tersebut.

Riset ini diketahui dari pertanyaan peneliti pada para responden, dengan melibatkan 960 pria berusia 15 sampai 88 tahun. Mereka (responden) ditanya tentang berbagai prilaku seks diantaranya berapa lama bisa bertahan saat bercinta dan pernah ejakulasi dini atau tidak.

Peneliti menekankan hasil riset mereka tidak membuktikan adanya hubungan sebab akibat. Ini berarti, ketika seorang pria terlambat jatuh cinta, bukan berarti mereka berpotensi mengalami disfungsi seksual. Yang bisa disimpulkan dari penelitian ini adalah, sama seperti hasil-hasil riset lainnya bahwa seks sangat berhubungan dengan kondisi psikologis bukan fisik.

Hal serupa dikemukaan pskiatris di Emory University Medical School, Dr. Charles Raison, juga pernah menjelaskan bahwa disfungsi seksual seperti kesulitan ereksi merupakan masalah yang cukup kompleks. Namun sebagian besar penyebabnya biasanya berhubungan dengan kondisi fisik, masalah psikologis atau kombinasi keduanya. Masalah psikologis banyak ditemui pada pria muda. (lya)