Puas Dipijit, Petugas Kembali Semangat

140607_437606_airasia_pijat_dl

POJOKSATU – Suasana Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Kalteng, begitu sibuk selama masa pencarian dan evakuasi korban AirAsia QZ8501.

Mulai dari para anggota TNI, Polri, Basarnas, sampai para awak media yang meliput, aktivitasnya begitu padat. Rasa capek  yang mendera fisik bahkan psikis, pasti lah mendera.

Kondisi seperti itu membuat masyarakat dan para relawan di Pangkalan Bun tergerak membantu sesuai kemampuan dan keahlian masing-masing.


Ada yang menyediakan makanan secara gratis, bahkan ada pula yang menyediakan jasa laundry hingga pijat gratis seperti yang dilakukan relawan Rumah Zakat cabang Pangkalan Bun.

Para relawan Rumah Zakat itu sengaja membuat stand di komplek Lanud Iskandar yang memberikan jasa pijat gratis serta cuci pakaian gratis.

Dan, stand yang setiap hari sedikitnya dijaga oleh 5 orang relawan itu tak pernah sepi, mulai dari anggota tim SAR, aparat keamanan hingga para jurnalis.

“Sebenarnya kami ingin membantu di lapangan, tapi kami pikir tidak mungkin, jadi dengan layanan ini berharap sedikit membantu mereka seperti para tim yang terlibat dalam evakuasi korban dan pesawat, maupun para jurnalis yang mungkin kelelahan dan juga sibuk bekerja sehingga tidak ada waktu untuk mencuci pakaian mereka,” tutur Jery, salah seorang anggota relawan Rumah Zakat kepada Kalteng Pos (Grup JPNN), Sabtu (10/1).

Menurut Jery, untuk melancarkan aktivitas mereka, selain menurunkan anggota relawan Rumah Zakat, pihaknya juga melibatkan sejumlah mahasiswa di Pangkalan Bun.

“Alhamdulillah, pijat gratis dan juga laundry sangat banyak peminatnya. Dalam sehari saja untuk laundry bisa paling sedikit 40 kilogram. Apalagi untuk pijat gratis, banyak yang datang dari anggota TNI, POLRI dan juga dari wartawan yang bertugas di sini. Kami senang dan bersyukur sudah membantu walalupun dengan seperti ini, karena musibah ini juga musibah kita, musibah yang menimpa para korban juga adalah saudara kita,” kata Jery.

Tak berbeda dengan Jery, Hadi salah satu tukang pijat yang stand by di stand tersebut juga mengaku sangat senang membantu para relawan dengan keahliannya memijat.

“Meskipun tidak dibayar saya siap, ini atas dasar hati nurani saya. Dengan ini juga sedikit membantu mereka yang kelelahan bekerja tanpa henti. Ya, saya hanya bisa membantu dengan tenaga dan kebisaan saya,” ujar Hadi sembari memijat salah seorang jurnalis yang keseleo.

Hadi menuturkan, setiap hari yang datang ke stand untuk pijat cukup banyak, bahkan terkadang sampai antre hingga 20-an orang. Meski cukup menguras tenaga, namun Hadi mengaku tetap semangat melakukan aktivitasnya.

“Ya, walaupun terasa capek, tetapi melihat mereka sesudah dipijat bisa kembali semangat dan lancar beraktivitas, di situ saya lega dan puas membantu mereka,” tutur Hadi.

Salah seorang anggota TNI yang sedang antre untuk dipijat, kepada Kalteng Pos menyatakan kekaguman dan apresiasinya kepada para relawan dan masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Barat, seperti yang dilakukan Rumah Zakat.

“Seharian bertugas memang terasa capek, apa lagi sering masuk angin. Alhamdullilah dengan pijat seperti ini, bisa kembali pulih, rasa pegal juga reda dan yang pasti pekerjaan lancar,” ujarnya.(ena/sam/jpnn)