Pembantaian di Charlie Hebdo Warning Buat Jokowi

-
Kantor majalah satir Charlie Hebdo

AKARTA – Sekretaris Eksekutif Pusat Kajian Trisakti Fahmi Habsyi mengingatkan kejadian penembakan dan penyerangan kantor majalah Charlie Hebdo di Paris, Prancis, yang menewaskan 12 orang termasuk 10 jurnalis merupakan tragedi memilukan yang harus menjadi renungan banyak pihak.

Menurutnya, kejadian ini harus menjadi peringatan pula bagi pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo-Jusuf Kalla, supaya pejabat di bidang politik hukum dan keamanannya meningkatkan kepekaan. “Tidak boleh bekerja setengah hati menghadapi terorisme yang mengancam keamanan bangsa,” ujar Fahmi, Sabtu (10/1).

Menurut Fahmi, para pelaku teror akan selalu menjadikan alasan apapun untuk menyebarkan kebencian dan teror. Karenanya, ia menyatakan, hal yang bisa dilakukan saat ini adalah tidak memberikan “ruang legitimasi” bagi mereka untuk mewujudkan pesan-pesan kebenciannya yang jelas menyimpang dari nilai luhur yang sudah diajarkan di kitab suci agama-agama.

Menurutnya, kekerasan yang dibawa pelaku teror adalah bibit sejarah kekerasan sejak munculnya aliran Wahabi abad 18 di Saudi, ¬†yang menghalalkan pembunuhan para ulama beraliran Sunni-Syiah. “Yang berbeda pendapat, mudah mengkafirkan dan membidahkan golongan apapun di luar alirannya, dan cenderung destruktif terhadap warisan peninggalan dan peradaban budaya yang ada,” katanya.


Hal itu, kata dia, berbeda dari Islam Sunni yang masuk ke Indonesia dibawa Wali Songo yang meniru akhlak welas asih kanjeng rasul. “Pelajari dari google sejarah lahirnya Wahabi dan kenali ciri-cirinya di sekitar kita,” katanya.

Selain itu, Fahmi mengingatkan saatnya seluruh bangsa Indonesia untuk melestarikan nilai luhur bangsa dan adat ketimuran kita bahwa kebebasan berekspresi apapun yang dimiliki tapi harus saling menjaga perasaan umat beragama.

“Hari ini saya mengajak seluruh elemen bangsa, mari hargai kesucian Muhammad SAW, Yesus, Sang Budha, Wisnu. Hargai mereka sebagaimana kita menghargai nama baik orang tua kita sendiri,” pungkasnya. (boy/jpnn)