Jenazah Hilang, Basarnas Bingung

Jenazah penumpang AirAsia dievakuasi
Jenazah penumpang AirAsia dievakuasi
Jenazah penumpang AirAsia dievakuasi

POJOKSATU – Badan SAR Nasional (Basarnas) telah bekerja keras untuk mencari korban AirAsia QZ 8501 yang jatuh di peraiaran Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Namun, hingga kini jenazah yang berhasil diidentifikasi baru 48. Artinya, masih ada 114 jenazah yang belum ditemukan.

Direktur Operasional Basarnas Marsma SB Supriyadi menjelaskan, pencarian jenazah AirAsia tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, pihaknya akan terus melanjutkan pencarian badan pesawat yang hingga kini belum ditemukan. Diduga, korban AirAsia terjebak di dalam badan pesawat, sehingga tidak mengapung ke permukaan laut.

“Ekor pesawat tidak masalah, black box tidak masalah. Yang jadi masalah kemana itu mayat,” ujar Supriyadi
di Lanud Iskandar, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, Sabtu (10/1).

Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan menegaskan bahwa pencarian korban AirAsia QZ 8501 tetap menjadi prioritas.


“Pencarian serpihan pesawat maupun black box tetap dilakukan, namun saat ini prioritas tetap terkait pencarian seluruh penumpang yang diinstruksikan Presiden Joko Widodo,” tutur Jonan saat dialog dengan keluarga di crisis center Mapolda Jatim, Sabtu (10/1/2015).

Jonan langsung masuk ke ruang crisis center setelah tiba di Mapolda. Di hadapan keluarga korban, Jonan mengakui pencarian black box sangat penting. Sinyal black box akan hilang dan sulit ditemukan setelah 20 hari. Padahal sekarang sudah memasuki hari ke-14 pencarian. “Tapi prioritas pencarian tetap pada korban,” kata Jonan. (one)