Ibu dan Dua Saudara Chiara Sudah Teridentifikasi

Ilustrasi
airasia_yatim_piatu_dl
DITINGGAL KELUARGA: Chiara Natasya Tanus, salah satu keluarga penumpang membawa foto keluarganya yang ikut terbang bersama pesawat AirAsia QZ8501. Foto; Jawa Pos/dok.JPNN/PS

 

POJOKSATU – Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Budiyono mengumumkan dua jenazah korban AirAsia QZ 8501 di Surabaya, Sabtu (9/1).

Yakni jenazah berlabel B041 yang dipastikan atas nama Susandhini Liman, usia 38 tahun asal Malang, Jatim.
Sedang satunya lagi, jenazah berlabel B013 atas nama Justin Giovani, laki-laki, usia 9 tahun, asal Surabaya.

“Keluarga Justin Giovani ini pergi berempat (menumpang AirAsia QZ8501, red). Bapak-ibu dan dua anaknya,” ujar Budiyono.


Dijelaskan, ibunda Justin, yakni Indah Juliansih dan kakaknya, Nico Giovani (17),  sudah lebih dulu teridentifikasi. “Dengan demikian, yang belum tinggal bapaknya (Hermanto Tanus, red),” kata Budiyono.

Seperti diketahui, Nico Giovani merupakan kakak Chiara Natasya Tanus (15). Sedang Justin merukan adik Chiara.

Saat hari kejadian, Chiara sempat menunggu kedatangan kedua ortu dan dua saudaranya itu di Bandara Changi, Singapura.

Sebab keluarganya berjanji akan mengunjungi Chiara yang saat itu sekolah di Methodist Girls School (MGS) Singapura.

Pesawat AirAsia QZ 8501 jatuh di perairan Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Minggu (28/12/2014) . Pesawat nahas rute Surabaya-Singapura itu membawa 162 penumpang. (sam/jpnn/ps)