Gagal Umroh, Calon Jamaah Ontrog PT Ishof

PT Ishof Albarjaya dikepung para jamaah yang protes dan menuntut pengembalian biaya perjalanan umroh. Sofyansyah/Radar Bogor (Grup Pojoksatu)
PT Ishof Albarjaya dikepung para jamaah yang protes dan menuntut pengembalian biaya perjalanan umroh. Sofyansyah/Radar Bogor (Grup Pojoksatu)
PT Ishof Albarjaya dikepung para jamaah yang protes dan menuntut pengembalian biaya perjalanan umroh. Sofyansyah/Radar Bogor (Grup Pojoksatu)

POJOKSATU – Ratusan calon jamaah umroh kemarin menggereduk kantor PT Ishof Albarjaya, sebuah biro perjalanan umroh, di bilangan Heulang, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor. Para calon jamaah yang gagal diberangkatkan ini menagih janji PT Ishof Albarjaya untuk mengembalikan biaya perjalanan umroh.

Informasi yang dihimpun, para calon jamaah menduga PT Ishof Albarjaya telah menggelapkan dana umroh puluhan miliar dari sekitar 1.600 jemaah yang mendaftar di lima daerah di Tanah Air. Di antaranya sejumlah wilayah di Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.

Salah satu korban, Adnan (65), warga Duta Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor membenarkan dugaan tersebut. Ia gagal umroh, seperti yang dijanjikan sebelumnya oleh PT Ishof Albarjaya, yakni pada 25 Januari mendatang.

“Sudah lunas (pembayaran umroh) sejak November 2014. awalnya nyicil beberapa kali, tetapi akhirnya dilunasin sebelum akhir tahun kemarin,” aku Adnan kepada wartawan koran ini. Pembayaran yang sudah dilakukan sebesar Rp105 juta, dengan masing-masing harga tiket perjalanan sebesar Rp21 juta per orang.


Sebelumnya, Adnan tidak menaruh curiga karena pelayanan PT Ishof Albarjaya dinilai cukup baik. Pun harga relatif murah dan fasilitas yang disediakan cukup baik. “Tadinya ada yang sudah berangkat. Saya direkomendasikan ke sini (PT Ishof Albarjaya),” kata dia. Namun semenjak Hari Raya Idul Fitri, kepastian dari PT Ishof Albarjaya mulai tersendat. “Saat ditanya ke manajemen, uangnya tidak ada,” keluhnya.

Selain Adnan, sejumlah calon jamaah yang menjadi korban berasal dari Majelis Talim Masjid Bogor Raya. Mereka juga mempertanyakan kejelasan uang yang sudah disetorkan kepada PT Ishof Albarjaya. “Saya menuntut pihak manajemen mengembalikan uang. Mending uang saja yang dikembalikan dari pada pemberangkatan, sudah nggak percaya,” ujar dia Siti Khidijah (55), warga Pancasan, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Seharusnya, rombongan yang berjumlah 50 orang dari majelis taklim itu dijadwalkan berangkat pada April 2015. “Saya sudah masuk Rp9 juta, tapi keburu kacau begini,” tuturnya.

Jemaah berkelompok lainnya datang dari Depok, Jawa Barat. Mereka sudah membayar Rp150 juta, untuk keberangkatan umroh 18 jamaah. “Tetapi dengan kejadian ini, saya sudah tidak yakin. Rata-rata yang sudah setor itu Rp9 juta,” kata Mida, salah satu jamaah.

Sementara itu, perwakilan jamaah, Muhammad Machuni mendesak direksi PT Ishof Albarjaya untuk menyerahkan aset-aset perusahaan sebagai jaminan. Penyitaan itu hingga PT Ishof Albarjaya menyelesaikan masalah duit jamaah yang minta dikembalikan. Aset-aset tersebut terdiri dari dua bidang tanah seluas 60 dan 90 meter di kawasan Pamulang, serta dua kendaraan mercedes-Benz dan Daihatsu Xenia sebagai jaminan.

Dewan Komisaris PT Ishof Albarjaya, Zamzam Damba Adnani didepan para jemaah berjanji akan berupa menyelesaikan kasus tersebut. Namun Zamzam meminta waktu. “Saya tidak akan berhenti berupaya. Kalau dikasih jangka waktu, berapa? Dan pemberangkatan, saya masih bingung,” akunya.

Zamzam juga mengaku siap jika harus berurusan dengan hukum, asalkan hal itu bisa membongkar masalah yang menimpa para jamaah. “Kalau dibilang mampu, saya yakin mampu. Jika saya sendiri yang disalahkan, saya berontak. Karena bukan saya yang melakukannya,” tukasnya.(ded/pojoksatu)