Evakuasi Ekor AirAsia Dihadang Ombak

Indonesian Navy frogmen and underwater demolition unit personnel on a boat carrying body bags containing dead bodies from AirAsia flight QZ8501, are seen as bodies are lifted to the Indonesian Navy vessel KRI Banda Aceh, at sea
Tim SAR menyusuri perairan Karimata

POJOKSATU – Upaya Tim SAR untuk mengangkat ekor pesawat AirAsia QZ8501 dari dasar laut membuahkan hasil.
Setelah melewati proses yang cukup rumit, ekor pesawat nahas yang ditemukan Rabu (7/1) berhasil diangkat dari kedalaman 35 meter ke permukaan laut sekitar pukul 12.00 WIB, Sabtu (10/1) siang.

POJOKSATU – Dipantau langsung oleh Panglima TNI Jenderal Moeldoko, awalnya, tim kesulitan mengangkat bagian ekor pesawat nahas tersebut. Padahal penyelam telah mengisi floating bag dengan 4 tabung udara. Kemudian 2-3 tabung udara lagi ditambahkan.

Saat sampai di permukaan laut, bangkai pesawat itu dibawa ke kapal yang akan mengangkutnya ke Pelabuhan Kumai, Waringin Barat, Kalimantan Tengah. Namun, tim mengalami kesulitan akibat cuaca buruk dan ombak yang cukup besar.

“Baru mau dipepetkan saja lama sekali, baru 20 menit ketarik lagi. Nanti dibawa ke kapal Crest Onyx,” kata Direktur Operasional Badan SAR Nasional SB Supriyadi, Sabtu (10/1/2015).


Supriyadi menambahkan, kondisi saat ini di laut mulai tidak stabil. Arus laut pun masih kencang, dan jarak pandang penyelam berkisar kurang lebih hanya satu meter. Jika lancar, kapal Crest Onyx akan segera merapat ke Pelabuhan Kumai dengan rentang waktu paling cepatĀ  tujuh jam dan 10 jam paling lama.

Menurut Supriyadi, kalau kecepatannya rendah, bisa 15 jam dengan kecepatan 5-6 knot. Black box sendiri, kata Supriyadi, tidak lagi berada di dalam ekor pesawat. “Nanti akan diperiksa lebih lanjut saat ekor pesawat tiba di Pelabuhan Kumai,” ujarnya. (one)