Al-Qaeda Pelaku Pembantaian di Charlie Hebdo

Charlie Hebdo
Charlie Hebdo
002345_328851_Charlie_Hebdo
Polisi berjaga-jaga di kantor Charlie Hebdo

POJOKSATU – Jaringan Al-Qaeda di Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan di kantor majalah satir Perancis, Charlie Hebdo, Rabu (7/1/2015). Pengakuan itu disampaikan sesaat setelah polisi Prancis membunuh pelaku pembantaian tersebut.

Pernyataan dari kelompok Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) disampaikan melalui Associated Press. “Pimpinan AQAP mengarahkan operasi dan mereka telah memilih target dengan hati-hati,” demikian bunyi pernyataan itu.

Serangan yang menewaskan 12 orang di kantor surat kabar satir Charlie Hebdo, dimaksudkan sebagai balas dendam atas pemuatan kartun Nabi Muhammad SAW yang dilarang dalam tradisi Islam. Majalah ini telah berulang kali mengejek Nabi dan beberapa agama lainnya.

Klaim juru bicara yang tidak disebutkan namanya itu tertunda dua hari setelah serangan Rabu karena alasan keamanan, tidak datang sebagai kejutan. Salah satu pria bersenjata dalam serangan Charlie Hebdo berteriak, “Anda dapat memberitahu media bahwa kami Al-Qaeda dari Yaman”.


BFM, Televisi Perancis, melaporkan bahwa dua dari penyerang diduga, Said dan Cherif Kouachi, membuat klaim yang sama dalam panggilan telepon dari pabrik percetakan di mana mereka disandera dan kemudian tewas dalam serangan polisi pada Jumat (9/1/2015).

Laporan sebelumnya mengindikasikan Kata Kouachi mengunjungi AQAP selama beberapa bulan pada tahun 2011 dan 2012. AQAP merupakan salah satu kelompok ekstrimis yang secara eksplisit mengancam majalah Perancis yang menerbitkan foto pemeluk Islam hingga ejekan.

Itu bukan jenis serangan AQAP yang dikenal. Kelompok, yang didirikan pada tahun 2009, terkenal karena stealthier, upaya yang lebih jahat terhadap Barat. Bom pakaian yang dikenakan oleh penumpang Nigeria pada jet Northwest Airlines pada tahun 2008 adalah upaya AQAP. Begitu pula bahan peledak yang dikeluarkan dalam printer cartridge dikirim oleh kargo pesawat ke Amerika Serikat setahun kemudian.

Sementara waralaba Al Qaeda lainnya telah tumbuh dan sibuk dengan urusan lokal atau pertempuran sektarian. AQAP tetap fokus pada apa yang Osama bin Laden sebut sebagai “musuh yang jauh,” yang berarti Barat. Pakar terorisme Swedia Magnus Ranstrop mengatakan “Mereka (AQAP) hampir memiliki obsesi autis dengan mencolok peradaban.” (one)