Tewasnya Anggota Kodim Bone Masih Misterius

tembak, penembakan, pistol
ilustrasi

POJOKSATU – Motif di balik tewasnya perwira TNI AD di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Kapten Rustang hingga kini masih misterius. Perwira Seksi Teritorial (Pasister) Kodim 1407 Watampone itu tewas setelah sebuah peluru menembus kepalanya di ruang piket Kodim 1407 Watampone, Selasa (6/1) lalu.

Komandan Kodim (Dandim) 1407 Watampone, Letkol Andi Eddi Mappa mengatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kematian anak buahnya itu. Dugaan sementara, Kapten Rustang tewas dengan cara menembak kepalanya sendiri menggunkan senjata milik Pelda Yusuf pos jaga.

“Kita masih mendalami keterangan Pelda Yusuf dan beberapa saksi lain. Apakah betul tertembak atau ditembak. Kita harus teliti dulu,“ kata Letkol Andi.

Andi menjelaskan jika almarhum Rustang dikenal peramah dan berprestasi semasa hidupnya. Di internal Kodim Watampone, pria kelahiran Kendari tahun 1961 ini merupakan panglima perang. Seluruh kegiatan teritorial dipersiapkan almarhum, termasuk program-program ketahanan pangan.


“Tidak ada masalah selama ini, makanya kita kaget. Anak dan istrinya sampai hari ini juga masih terlihat sangat shok dan tidak percaya sama sekali. Menurut tetangganya pun mereka kelauaga yang harmonis selama ini,“ lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, Rustang ditemukan terkapar bersimbah darah di ruang piket Kodim 1407 Watampone. Belakangan diketahui sebuah peluru bersarang kepalanya. Kuat dugaan Rustang mengakhiri hidupnya sendiri dengan menembak kepalanya.

Namun belum ada yang bisa menduga apa motif Rustang bunuh diri. Almarhum meninggalkan tiga orang putra dan seorang istri.(ure/fat)