Munculnya si Geraham Bungsu, Jangan Abaikan!

Foto Ilustrasi: Sakit Gusi
Foto Ilustrasi: Sakit Gusi
NYERI: Dwi Murni menceritakan pengalaman sakit di bagian geraham. Foto Angger Bondan/Jawa Pos/JPNN.com
NYERI: Dwi Murni menceritakan pengalaman sakit di bagian geraham. Foto Angger Bondan/Jawa Pos/JPNN.com

POJOKSATU – Serangan sakit gigi memang mengganggu aktivitas. Apalagi jika sakit itu disebabkan munculnya si geraham bungsu.

Memang, rasa sakit yang menusuk di gusi paling belakang sering diartikan sebagai tanda kemunculan gigi geraham bungsu. Berbeda dengan gigi lain, geraham bungsu memang tumbuh di usia dewasa. Amelia Wulan menceritakan pengalamannya. Suatu ketika, gusinya sakit dan meradang hebat.

’’Gigi geraham belakang itu sakit banget waktu umur 30-an,’’ ujar perempuan 35 tahun itu.

Akibatnya, tidak hanya daerah pipi yang sakit. Amelia merasa sakit kepala hebat. Bahkan, makan pun sulit. Pegawai swasta itu terpaksa memilih makanan bertekstur lunak. Misalnya, bubur dan kue yang dicelupkan ke dalam susu atau air.


Dia merasa aneh. Sebab, beberapa kerabatnya mengaku gigi geraham bungsu sudah tumbuh pada usia 20 tahun. Tak mau berlarut-larut menanggung rasa sakit, dia berkonsultasi ke dokter gigi. Melalui operasi kecil, gigi tersebut dibuang.

Drg Fredy Mardiantoro SpBM menegaskan, gigi geraham bungsu paling lambat tumbuh pada usia 21 tahun. Geraham bungsu itu bisa tumbuh dengan baik, bisa juga tumbuh miring. Pada kondisi tumbuh miring, geraham akan mendesak gigi di depannya dan menimbulkan keluhan nyeri.

Bila ada keluhan sakit di lokasi geraham bungsu setelah usia 21 tahun, itu bukanlah tanda gigi tumbuh terlambat. Namun, hal tersebut terjadi karena serangan bakteri. ’’Kalau sakitnya setelah usia 21 tahun, itu disebabkan bakteri yang terakumulasi sehingga terjadi infeksi,’’ jelas dokter gigi yang berdinas di RSUD dr Soetomo itu.

Dia menambahkan, ada sisa makanan yang terselip antara gigi dan gusi di pangkal mulut. Terlebih, bagian tersebut paling susah dijangkau saat menyikat gigi. ’’Seharusnya pakai sikat gigi dengan ujung kecil supaya gusinya terjangkau saat dibersihkan,’’ sarannya.

Menurut Fredy, rasa sakit yang dirasakan bergantung pada kondisi radang. ’’Lebih baik ke dokter. Tindakannya membersihkan gusi dan bila perlu mencabut gigi,’’ tuturnya. Hasilnya, gusi tertutup rapat oleh jahitan. Harapannya, tidak ada lagi sisa makan serta bakteri yang menempel di sana. (bir/c7/nda)