Kenaikan Tarif Listrik 12 Golongan Ditunda

Ilustrasi

POJOKSATU – Penundaan kenaikan tarif listrik 12 golongan oleh pemerintah sedikitnya membuat masyarakat  bisa sedikit bernafas lega. Karena rencana kenaikan tarif listrik tersebut berbarengan dengan kenaikan kebutuhan lain seperti kenaikan harga gas 12 kg dan penyesuaian harga baha bakar minyak (BBM).

Rencananya PT PLN (Persero) menunda kenaikan tarif tenaga listrik hingga tiga bulan kedepan. “Untuk sementara (tarif tenaga listrik) belum naik dulu dalam tiga bulan ke depan,” kata Direktur Utama PLN, Sofyan Basir Kamis (8/1/2015).

Seperti diketahui kenaikan tarif listrik akan diberlakukan per Januari 2015. Hal ini juga merujuk pada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 31 Tahun 2014 tentang Tarif Tenaga Listrik Yang Disediakan oleh Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara mulai 1 Januari 2015, ada 12 golongan pelanggan tarif non subsidi yang akan dikenakan penyesuaian.

Diantaranya, Rumah Tangga R-1/TR daya 1.300 VA, Rumah Tangga R-1/TR daya 2.200VA, Rumah Tangga R-2/TR daya 3.500VA sampai dengan 5.500VA, Rumah Tangga R-3/TR daya 6.600VA ke atas, Bisnis B-2/TR, daya 6.600VA s.d 200kVA, Bisnis B-3/TM daya diatas 200kVA, Industri I-3/TM daya diatas 200kVA, Industri I-4/TT daya diatas 30.000kVA, Kantor Pemerintah P-1/TR daya 6.600VA s.d 200kVA, Kantor Pemerintah P-2/TM daya diatas 200kVA, Penerangan Jalan Umum P-3/TR dan Layanan khusus TR/TM/TT.


Menurut Sofyan, penundaan sementara ini merupakan perintah Presiden Jokowi. Presiden menahan kenaikan tarif listrik yang harusnya berlaku per 1 Januari 2015, dikarenakan beban masyarakat sudah menumpuk dengan adanya kenaikan elpiji 12 kg dan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).

“Ada arahan dari Presiden untuk tahan dulu karena masyarakat berat dengan kenaikan harga BBM. Tarif masyarakat tidak kita naikkan dan tarif industri akan kita turunkan,” kata Sofyan

Sofyan menambahka, di samping alasan lain karena harga minyak dunia turun. Penundaan ini, sambungnya, akan segera diinformasikan kepada Menteri ESDM, Sudirman Said. “Kita akan informasikan ke Menteri ESDM. Kita juga akan lakukan efisiensi ke dalam,” pungkasnya. (lya)