Kapok, Kapal Pencuri Ikan dari Malaysia diledakkan

Ilustrasi

023918_727012_kapal_meledak

POJOKSATU – Polda Sumatera Utara (Poldasu) menenggelamkan kapal pencuri ikan berbendera Malaysia dengan nomor lambung PKFA 7738 Kamis (8/1) pukul 13.30 WIB. Mereka sudah mengantongi izin dari pusat dan Pengadilan Negeri Medan.

’’Kami ledakkan kapalnya di tengah laut,’’ terang Kapoldasu Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo didampingi Kabidhumas Kombes Pol Helfi Assegaf kepada Posmetro (Grup Pojok Satu).

Sebelumnya, pada pukul 10.45 WIB, rombongan Kapolda bergerak menuju Pelabuhan Belawan. Eko meminta beberapa berkas dan mendengarkan laporan dari petugas pelabuhan serta direktur polisi air (polairud).


Dia menaiki kapal polisi (KP) Bittern dengan nomor lambung 3016 dan rombongan lainnya menaiki kapal pengawas Sea and Coast Guard. Sekitar 30 menit perjalanan, akhirnya kapal berbendera Malaysia terlihat parkir di tengah laut.

Kapal bercat kuning yang terlihat di lampu 5 sekitar 3 mil dari Ujung Baru Pelabuhan Belawan. Sembari menunggu persiapan eksekusi, kapal yang ditumpangi rombongan berputar-putar. Peserta rombongan dan Kapoldasu langsung menunjuk-nunjuk kapal berbendera Malaysia.

Petugas ditpolair memasang lima bahan peledak jenis TNT pada lambung kapal yang ditangkap 9 Desember lalu di 16 mil timur laut dari Pulau Pandan tersebut. Saat itu, kapal tersebut ditangkap karena tidak dapat menunjukkan surat izin dan kelengkapan berlayar lainnya.

Saat memeriksa, petugas menemukan 150 kilogram ikan berbagai jenis. Sementara itu, empat awak kapal diamankan petugas. Mereka adalah Chen, 24, kapten kapal, serta tiga ABK bernama Kyaw, Banmi, dan Htyata. Pukul 13.30 WIB, kapal ikan berbendera negeri jiran itu pun meledak setelah Eko menekan tombol untuk meledakkan.

Dia menerangkan, pihaknya akan terus berpatroli di perairan. Apalagi, perairan Sumut berdekatan dengan perairan negara tetangga. (gib/JPNN/c17/diq)