Ini Isi Surat Kapten Bustan Sebelum Bunuh Diri

Ilustrasi.
Ilustrasi.
Ilustrasi.

POJOKSATU – Motif bunuh diri yang dilakukan oknum perwira TNI AD di Bone, Sulawesi Selatan, Kapten Inf Bustan (53), perlahan mulai terkuak. Hal itu diketahui dari sepucuk surat yang ditemukan di kediaman korban, Jl Lapatau, Kabupaten Bone.

Dalam surat itu tertulis pesan yang ditinggalkan Bustan untuk ketiga putranya. Korban merasa gagal sebagai kepala rumah tangga. “Jaga baik-baik ibu kalian. Maafkan bapak tidak bisa membina keluarga dengan baik,” Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1407 Watampone, Mayor Infanteri Mohammad Akil, mengutip isi surat Bustan, Jumat (9/1).

Masih dalam surat itu, Bustan juga meminta agar pemakamannya di Bone saja, bukan di kampung halamannya di Kendari Sulawesi Tenggara. “Dalam surat itu, almarhum mengaku tidak mau merepotkan, sehingga meminta agar tidak dipulangkan ke kampungnya,” tambah Akil.

Bustan mengakhiri hidupnya di ruang piket Kodim 1407 Watampone, Selasa (6/1) lalu. Dengan cara menembak kepalanya sendiri menggunakan pistol jenis FN 46 milik anak buahnya. Sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong.


Bustan meninggalkan seorang istri dan tiga anak laki-laki. Semasa hidupnya Bustan dikenal peramah dan berprestasi. Di internal Kodim Watampone, pria kelahiran Kendari tahun 1961 ini merupakan panglima perang. Seluruh kegiatan teritorial dipersiapkan almarhum, termasuk program-program ketahanan pangan. Menurut tetangganya pun keluarga Bustan harmonis.(ure/fat)